Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Nursihan, Perajin Keranjang Bambu di Desa Lando

Supardi
Penulis: Supardi❯
ANYAMAN BAMBU: Nursihan sedang fokus membuat keranjang bambu di teras rumahnya bersama suaminya.
ANYAMAN BAMBU: Nursihan sedang fokus membuat keranjang bambu di teras rumahnya bersama suaminya.

Advertisement

LombokPost-Selain Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Desa Lando, Kecamatan Terara, juga menjadi salah satu pusat kerajinan anyaman bambu di Lombok Timur (Lotim), khususnya kerajinan keranjang sayur dan buah. Tidak sedikit masyarakat yang menggantungkan hidup mereka dari anyaman bambu ini.

Memasuki Dusun Lando Daye, Desa Lando, Kecamatan Terara, terlihat setiap sudut rumah warga dipenuhi bambu yang sudah dipotong dan disayat-sayat kecil. Teras-teras rumah warga juga terlihat dipenuhi tumpukan keranjang bambu setengah jadi.

Sementara pemilik rumah juga terlihat sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Ada yang memotong bambu, menghaluskan, hingga membuat anyaman. Salah satunya adalah Nursihan dan Muhasim, sepasang suami istri yang menjadi perajin keranjang bambu.

Nursihan, 60 tahun, bercerita telah menekuni kerajinan keranjang bambu sejak masih muda. Bahkan saat masih berumur belasan tahun, ia sudah lihai membuat keranjang. Kerajinan ini sudah menjadi pekerjaan turun-temurun bagi masyarakat Desa Lando.

"Di kampung ini hampir semua masyarakat menjadi perajin keranjang. Kalau dulu banyak model kerajinan yang dibuat tapi sekarang hanya fokus di keranjang saja," terang Nursihan di tengah-tengah kesibukannya, Senin (21/9).

Advertisement

Dalam pekerjaan ini, Nursihan berbagi tugas dengan suaminya. Suaminya bertugas khusus memotong, membelah hingga menghaluskan bambu. Kemudian Nursihan bertugas merajut bambu menjadi keranjang.

Pembuatan keranjang bambu diakui membutuhkan proses cukup lama. Terutama pada proses membelah bambu menjadi bagian tipis, sehingga tidak jarang Nursihan harus menunggu suaminya untuk bisa kembali bekerja. Meskipun sesekali mereka juga harus bertukar posisi.

"Prosesnya agak lama, terutama saat dibilah dan dihaluskan untuk menjadi tipis, karena semuanya dikerjakan secara manual, makanya agak lama. Kalau membuatnya tidak terlalu sulit dan prosesnya cepat," katanya.

Dalam sehari, mereka hanya bisa membuat 5-6 keranjang bambu, tergantung tingkat ketekunan. Namun jika ada kesibukan lain, mereka hanya bisa membuat 3-4 keranjang dalam sehari, bahkan kurang.

Kata dia, pekerjaan ini sudah menjadi mata pencaharian baginya, bahkan satu-satunya yang diandalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan keluarga, meskipun hasilnya tidak menentu dan tidak banyak.

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kerajinan Bambu Sidemen, Kriya Ramah Lingkungan

Kerajinan Bambu Sidemen, Kriya Ramah Lingkungan

Di  tangan kelompok perempuan tangguh di Dusun Sintung Barat, Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, bambu tidak lagi sekadar menj

Gawe Inan Dowe Jaga Warisan Anyaman Bambu Loyok

Gawe Inan Dowe Jaga Warisan Anyaman Bambu Loyok

Masyarakat Desa Loyok, Kecamatan Sikur, kembali menggelar event Gawe Inan Dowe ke-2. Event ini dilakukan untuk merawat warisan nenek moyang

Kemarau Panjang, Hasil Panen Sayur Sembalun Tidak Maksimal

Kemarau Panjang, Hasil Panen Sayur Sembalun Tidak Maksimal

Musim kemarau tahun ini membuat hasil panen tanaman sayur petani di daerah Sembalun menjadi tidak maksimal. Karena minimnya pasokan air

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer