
LombokPost-Selain Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Desa Lando, Kecamatan Terara, juga menjadi salah satu pusat kerajinan anyaman bambu di Lombok Timur (Lotim), khususnya kerajinan keranjang sayur dan buah. Tidak sedikit masyarakat yang menggantungkan hidup mereka dari anyaman bambu ini.
Memasuki Dusun Lando Daye, Desa Lando, Kecamatan Terara, terlihat setiap sudut rumah warga dipenuhi bambu yang sudah dipotong dan disayat-sayat kecil. Teras-teras rumah warga juga terlihat dipenuhi tumpukan keranjang bambu setengah jadi.
Sementara pemilik rumah juga terlihat sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Ada yang memotong bambu, menghaluskan, hingga membuat anyaman. Salah satunya adalah Nursihan dan Muhasim, sepasang suami istri yang menjadi perajin keranjang bambu.
Nursihan, 60 tahun, bercerita telah menekuni kerajinan keranjang bambu sejak masih muda. Bahkan saat masih berumur belasan tahun, ia sudah lihai membuat keranjang. Kerajinan ini sudah menjadi pekerjaan turun-temurun bagi masyarakat Desa Lando.
"Di kampung ini hampir semua masyarakat menjadi perajin keranjang. Kalau dulu banyak model kerajinan yang dibuat tapi sekarang hanya fokus di keranjang saja," terang Nursihan di tengah-tengah kesibukannya, Senin (21/9).
Dalam pekerjaan ini, Nursihan berbagi tugas dengan suaminya. Suaminya bertugas khusus memotong, membelah hingga menghaluskan bambu. Kemudian Nursihan bertugas merajut bambu menjadi keranjang.
Pembuatan keranjang bambu diakui membutuhkan proses cukup lama. Terutama pada proses membelah bambu menjadi bagian tipis, sehingga tidak jarang Nursihan harus menunggu suaminya untuk bisa kembali bekerja. Meskipun sesekali mereka juga harus bertukar posisi.
"Prosesnya agak lama, terutama saat dibilah dan dihaluskan untuk menjadi tipis, karena semuanya dikerjakan secara manual, makanya agak lama. Kalau membuatnya tidak terlalu sulit dan prosesnya cepat," katanya.
Dalam sehari, mereka hanya bisa membuat 5-6 keranjang bambu, tergantung tingkat ketekunan. Namun jika ada kesibukan lain, mereka hanya bisa membuat 3-4 keranjang dalam sehari, bahkan kurang.
Kata dia, pekerjaan ini sudah menjadi mata pencaharian baginya, bahkan satu-satunya yang diandalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan keluarga, meskipun hasilnya tidak menentu dan tidak banyak.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





