
LombokPost-Pemkab Lombok Timur (Lotim) mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan serah terima aset Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Ekas Buana kepada Pemkab Lotim. Langkah ini diharapkan membuat operasional KNMP lebih optimal.
“Supaya kita bisa sharing untuk membantu perawatan jika ada kerusakan-kerusakan kecil. Pak Bupati juga janji akan memperbanyak event kegiatan di ini,” terang Sekda Lotim M Juaini Taofik saat menghadiri acara Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan 2026, Rabu (4/11).
Kata dia, KNMP Ekas Buana sejauh ini sudah mulai berjalan, tetapi belum optimal karena keterbatasan alat tangkap. Namun, menteri sudah menjanjikan bantuan alat tangkap berupa kapal dengan kapasitas 5 hingga 10 GT.
Kendati demikian, fasilitas lain seperti cold storage, kios, dan bengkel kapal sejauh ini telah beroperasi. Bahkan, pengelola sudah bekerja sama dengan nelayan di desa sebelah untuk menampung lobster di KNMP Ekas Buana.
“Tinggal satu saja menurut saya kendalanya yakni kapal. Andaikan kapal 5 sampai 10 GT itu segera direalisasikan, sehingga usaha KNMP ini bisa berjalan sebagaimana harapan kita, kita harus sabar dulu, karena ini membutuhkan proses,” jelasnya.
Selain itu, hasil tangkapan nelayan sejauh ini belum banyak. Namun, dari segi kualitas, ikan yang disimpan di KNMP dinilai lebih berkualitas karena sudah bersertifikat. Hal ini sangat berdampak terhadap harga ikan.
“Mereka sudah mulai menjual ke Mataram juga. Artinya, dari segi tangkapan belum banyak, tapi dari segi kualitas sudah bagus,” jelasnya.
Sekretaris Ditjen Perikanan Tangkap KKP Ridwan Muliana menambahkan, potensi perikanan di Lotim cukup bagus dengan jumlah nelayan yang banyak. Karena itu, KKP menawarkan pembangunan 20 KNMP baru kepada Pemkab Lotim pada 2027 mendatang.
Selain pembangunan KNMP baru, KKP juga menyiapkan bantuan berdasarkan kebutuhan setiap kawasan. Fasilitas yang diberikan tidak harus sama di seluruh lokasi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




