
LombokPost-Memasuki peralihan musim tahun ini, Camat Sembalun mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk mewaspadai potensi bencana alam di kawasan Sembalun, terutama longsor dan pohon tumbang yang kerap terjadi saat musim hujan.
“Kondisi cuaca di Sembalun memang saat ini masih panas, tetapi beberapa hari lalu sudah mulai turun hujan yang cukup lebat,” terang Suherman saat ditemui di Selong, Rabu (4/11).
Kata dia, menjelang musim hujan ini, pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi. Di antaranya berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) guna mengantisipasi bencana longsor di jalur wisata Pusuk Sembalun.
Selain itu, pihak BPJN dalam dua minggu terakhir juga telah melakukan normalisasi sejumlah aliran sungai dan selokan yang ada di jalur Pusuk Sembalun. “Kami juga terus menggencarkan pembersihan lingkungan, terutama di selokan-selokan yang berpotensi tersumbat oleh aliran air hujan,” imbuhnya.
Tidak sampai di sana, pihaknya mengimbau seluruh wisatawan di Sembalun agar tetap berhati-hati terhadap kondisi cuaca. Sebab, selain longsor, bencana yang sering terjadi di jalur wisata Pusuk adalah pohon tumbang.
“Kami harap pengunjung yang akan ke Sembalun untuk lebih memperhatikan kondisi cuaca. Jika cuaca tidak baik atau hujan, lebih baik mengurungkan niatnya untuk berkunjung ke Sembalun dulu,” katanya.
Lebih jauh, Suherman menyampaikan, pihaknya saat ini tengah menggodok pembentukan tim satuan tugas (satgas) untuk menghentikan aktivitas pengerukan di bukit Sembalun guna mencegah bencana saat musim hujan.
Pembentukan satgas ini dilakukan sembari menunggu penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Sembalun yang saat ini masih berproses. Karena itu, pihaknya hanya bisa mengimbau agar aktivitas pengerukan dihentikan supaya tidak menimbulkan bahaya.
“Saat ini kami hanya sekedar bisa memberi peringatan dan menegur supaya aktivitas mengeruk bukit,” pungkasnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





