Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Petani Sembalun Tak Lagi Sekadar Jual Biji Kopi

Supardi
Penulis: Supardi❯
KOPI SAJANG: Seorang barista di Desa Sajang sedang membuat kopi untuk pengunjung di kedai sederhana miliknya.
KOPI SAJANG: Seorang barista di Desa Sajang sedang membuat kopi untuk pengunjung di kedai sederhana miliknya.  

Advertisement

LombokPost-Industri olahan kopi rumahan dan kedai-kedai kopi di Kecamatan Sembalun semakin menjamur. Kondisi ini dinilai cukup menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat, sekaligus memperkuat sektor pariwisata Sembalun.

“Semakin banyak sekarang masyarakat yang terjun di usaha kopi. Rata-rata masyarakat punya olahan kopi sendiri dan kedai kopi juga cukup banyak, meskipun tempatnya sederhana seperti di teras dan gazebo,” ujar Camat Sembalun Suherman, Kamis (5/11).

Kata dia, saat ini masyarakat tidak hanya sebatas bertani, tetapi juga sudah bisa melakukan hilirisasi produk secara mandiri untuk meningkatkan nilai tambah dari hasil panennya.

Rata-rata petani kopi Sembalun tidak lagi hanya sekadar menjual biji kopi mentah, tetapi juga sudah mampu mengolah, memproses, hingga mengemasnya menjadi produk siap minum.

“Ini bentuk hilirisasi di tingkat masyarakat. Bagi petani yang memiliki modal lebih dia akan membeli mesin roasting. Kemudian petani lain yang belum punya alat bisa datang roasting di petani yang lain,” katanya.

Advertisement

Meski gerai dan industri kopi di Sembalun menunjukkan tren positif, para pelaku UMKM kopi Sembalun diakui masih menghadapi kendala di bidang legalitas dan penamaan merek atau branding.

Para pelaku usaha kopi kesulitan mengajukan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Kementerian Hukum Kemenkum. Sebab, nama atau merek yang diajukan kerap sama dengan merek yang sudah terdaftar sebelumnya, seperti penggunaan nama Kopi Sembalun.

“Terlalu banyak nama kopi Sembalun, sementara merek tidak boleh sama atau mirip. Ini yang masih menjadi tantangan bagi pelaku UMKM kopi kita,” ungkapnya.

Suherman mengatakan, banyaknya kedai kopi di Sembalun salah satunya dipengaruhi aktivitas pariwisata, terutama kunjungan wisatawan dari kalangan anak muda yang berwisata atau nongkrong di kedai kopi untuk memenuhi kebutuhan media sosial.

Pemilik kedai kopi terus berusaha menghadirkan kedai dengan suasana unik sebagai daya tarik bagi wisatawan, meskipun hanya sekadar tempat nongkrong sederhana atau gazebo biasa.

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Profesor Berdampak Unram Bangkitkan Kembali Kopi Arabika Sembalun

Profesor Berdampak Unram Bangkitkan Kembali Kopi Arabika Sembalun

Profesor Berdampak Unram membangkitkan kopi Arabika Sembalun lewat 20 ribu bibit, GAP, pengolahan, pemasaran, dan pertanian berkelanjutan.

Program Profesor Berdampak Perkuat Kopi Sembalun, Unram Bagikan 1.000 Bibit Kopi

Program Profesor Berdampak Perkuat Kopi Sembalun, Unram Bagikan 1.000 Bibit Kopi

Universitas Mataram (Unram) menyerahkan sekaligus menanam 1.000 bibit kopi arabika jenis Ateng Super melalui Program Profesor Berdampak.

Sajang Coffee Promosikan Sembalun Lewat Secangkir Kopi

Sajang Coffee Promosikan Sembalun Lewat Secangkir Kopi

Tak melulu soal deretan perbukitan dan sejuknya udara kaki Gunung Rinjani, Sembalun juga menyimpan kehangatan yang merayap perlahan dari bal

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer