Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

100 Persen Calon Jamaah Haji Lotim Telah Melakukan Pelunasan

Supardi/Bapak Qila • Kamis, 5 Februari 2026 | 17:49 WIB
Makinuddin
Makinuddin

Lombokpost-Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lombok Timur (Lotim) mencatat hingga 23 Januari 2026, calon jamaah haji (CJH) asal Lotim yang telah melakukan pelunasan mencapai 1.439 orang. Jumlah tersebut mencakup 104 persen dari total kuota reguler sebanyak 1.374 orang.

"Jamaah haji kita yang melunasi itu sebanyak 1.439 orang dari kuota kita 1.374. Artinya, yang melunasi itu lebih 4 persen atau 104 persen, itu termasuk Jamaah cadangan," terang Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lotim Makinuddin, Rabu (4/2).

Saat ini pihaknya tengah menyusun kloter pemberangkatan. Berdasarkan informasi yang diterima, pemberangkatan jamaah haji asal Lotim akan dibagi menjadi lima kloter. Tiga kloter merupakan kloter utuh dan dua kloter sisanya merupakan kloter campuran dengan kabupaten lain di NTB.

Sejauh ini proses persiapan pemberangkatan jamaah haji Lotim dipas tikan dalam kondisi aman. Jamaah haji cadangan juga sudah siap untuk mengganti posisi jamaah yang gagal berangkat karena sakit atau kendala lain.

"Intinya kita di Lotim sudah aman, untuk cadangan juga sudah siap. Jika ada jamaah yang tidak berangkat karena faktor-faktor lain," jelasnya.

Kuota haji yang didapatkan Lotim tahun ini mengalami peningkatan. Pada 2026, kuota yang didapatkan Lotim sebanyak 1.374 jamaah, meningkat dari kuota sebelum nya yang hanya 800 jamaah.

Peningkatan ini merupakan dampak dari perubahan sistem alokasi kuota nasional yang kini berbasis pada daftar tunggu, bukan lagi berdasarkan rasio populasi muslim.

"Peningkatan kouta haji ini juga seiring bertambahnya kouta haji yang didapatkan NTB, sebelumnya hanya 4.499 menjadi 5.798 jemaah. Sementara 1.374 kuota yang didapatkan Lotim tersebut, 58 jamaah di antaranya merupakan kuota lansia," katanya.

Sebelumnya, Kepala Kemenag Lotim Shulhi menyampaikan, semua persoalan haji dan umrah saat ini telah diserahkan ke Kementerian Haji dan Umrah setelah berpisah dari Kementerian Agama. Namun hal ini dipastikan tidak akan berpengaruh terhadap segala proses pemberangkatan maupun hal teknis lainnya.

"Sistem dan perangkatnya memang masih menggunakan sistem yang dulu. Perangkat yang digunakan juga diambil langsung dari Kemenag. Jadi tidak terlalu berpengaruh," singkatnya. 

Editor : Kimda Farida
#Pelunasan #kouta #Haji #pemberangkatan haji #Lotim