Lombokpost-Pemkab Lombok Timur (Lotim) berencana mendatangkan sapi dari Pulau Sumbawa untuk memenuhi kebutuhan daging yang tinggi hingga Idul Fitri. Hal ini juga dilakukan untuk menjaga populasi ternak di Lotim tetap terjaga.
“Sapi kita setiap tahun selalu bertambah, tapi kebutuhan daging kita juga terus bertambah,” terang Bupati Lotim Haerul Warisin, Selasa (3/3).
Ia menyebut, kebutuhan daging sapi Lotim cukup
tinggi, terlebih dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sehingga dikhawatirkan populasi ternak khususnya sapi di Lotim akan berkurang, jika tidak didatangkan dari luar.
Jika populasi sudah berkurang, maka akan sangat berdampak terhadap harga daging. Mendatangkan sapi ternak dari luar kabupaten menurutnya menjadi salah satu upaya untuk mengimbangi tingginya kebutuhan daging.
“Di saat kebutuhan daging sangat tinggi, lalu kita
datangkan dari luar maka (harga) akan stabil, karena tidak ada kesempatan para
jagal untuk menaikkan harga daging sapi,” jelasnya.
Sementara itu, Kasi Peternakan Dinas Peternakan
dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lotim, Sulhul Hadi menyampaikan, saat ini harga sapi di pasar hewan cukup mahal. Kondisi ini mengakibatkan para jagal kesulitan membeli sapi potong, sehingga mereka ingin mendatangkan sapi dari Sumbawa yang harganya dinilai lebih murah.
“Harga sapi hidup saat ini Rp 60 ribu per kilogram. Ini cukup tinggi. Makanya ada keinginan untuk mendatangkan dari Sumbawa karena lebih murah,” jelasnya.
Ketersediaan daging di Lotim saat ini diakui masih tergolong aman dan populasi ternak di Lotim mencapai 140 ribu lebih. Namun hal
ini perlu diantisipasi sering tingginya permintaan, terutama saat Idul Fitri dan Idul Adha mendatang.
“Itu memang harus diantisipasi. Maka solusinya jika ingin mendatangkan sapi
Sumbawa adalah analisis risiko,” tutupnya.
Terkait rencana tersebut, harus dilakukan analisis risiko. Sapi Sumbawa tidak bisa masuk ke Lotim karena Sumbawa merupakan kabupaten dengan status daerah tertular. Adapun Lotim berada pada
status daerah terduga atau masih aman dari penyakit.
Lebih lanjut, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB telah mengeluarkan kuota masing-masing kabupaten untuk penerimaan sapi ternak dari kabupaten lain. Lotim diberikan jatah 10 ribu
ekor untuk mendatangkan sapi dari Pulau Sumbawa.
Hanya saja, sebelum kedatangan sapi-sapi tersebut, pihaknya saat ini melakukan
analisis risiko. Bersamaan dengan itu, dilakukan koordinasi bersama tim teknis untuk melakukan survei ke Pulau Sumbawa.