Lombokpost-Bocah berusia 2,5 tahun asal Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Muhammad Rapip Saki yang hilang sejak Minggu (8/3), akhirnya ditemukan di bendungan Kekoro, Desa Sembalun Timba Gading, Rabu (11/3) sore. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah empat hari pencarian.
"Iya, betul sudah ditemukan kemarin sore, tapi dalam keadaan meninggal dunia," terang Kapolsek Sembalun Iptu Lalu Subadri dikonfirmasi, Kamis (12/3).
Penemuan jasad korban bermula saat empat remaja hendak mandi di sungai sekitar pukul 17.00 WITA. Namun tiba-tiba salah seorang di antara mereka bernama Haekal melihat sesuatu yang mirip tubuh manusia sedang mengapung.
Haekal sempat mengira yang dilihat adalah boneka, namun saat didekati ternyata mayat seorang balita laki-laki.
"Kemudian anak itu memberitahukan kejadian tersebut kepada orang tua korban. Pihak keluarga kemudian menuju sungai dan membawa pulang jenazah korban ke rumahnya," jelasnya.
Orang tua korban menolak untuk dilakukan visum dan meminta untuk segera dimakamkan. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
Kondisi medan menjadi tantangan terberat selama pencarian. Derasnya arus sungai dan wilayah yang luas membuat pencarian sangat menantang.
"Kami mengimbau para orang tua selalu waspada. Jangan biarkan anak-anak bermain tanpa pengawasan di dekat area berbahaya seperti sungai agar tragedi serupa tidak terulang. Jaga diri, jaga keluarga dan jaga lingkungan kita, “tegasnya.
Koordinator Pos SAR Kayangan M Darwis menyampaikan, lokasi penemuan korban sekitar 3 kilometer ke arah barat dari titik awal perkiraan hilangnya korban.
"Selama empat hari, tim gabungan telah menyisir radius hingga empat kilometer, namun akhirnya menemukan titik terang meski dengan kabar yang menyedihkan," jelas Darwis.
Diketahui korban hilang saat sedang bermain sendirian di dekat rumahnya pada Minggu (8/3) pagi. Saat itu, ibu korban sedang berjualan di depan rumahnya. Ia sempat melihat korban bermain di sebuah kubangan air yang jaraknya tidak jauh dari posisinya. Namun, hanya berselang 15 menit, saat sang ibu kembali mengecek, Rapip sudah tidak ada di lokasi semula. (par/r7)
Editor : Prihadi Zoldic