Dikutip dari BBC Sport, tim asal Norwegia ini membuktikan bahwa status mereka sebagai pembunuh raksasa bukanlah kebetulan semata.
Meski liga domestik Norwegia sedang dalam masa libur (off-season), Bodo/Glimt justru tampil dengan energi luar biasa yang menghancurkan dominasi taktik anak asuh Cristian Chivu.
Pertandingan yang berlangsung di rumput sintetis Aspmyra Stadion ini langsung memanas sejak awal. Tuan rumah unggul lebih dulu lewat sontekan ahli Sondre Fet pada menit ke-20 setelah menerima umpan backheel cerdas dari Kasper Waarts Høgh.
Inter Milan sebenarnya sempat memberikan perlawanan dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui aksi Francesco Pio Esposito di menit ke-30.
Namun, kegagalan Lautaro Martinez yang tembakannya membentur tiang gawang menjadi pertanda petaka bagi tim tamu.
Memasuki babak kedua, Bodo/Glimt mengamuk. Dalam kurun waktu hanya tiga menit, jaring gawang Yann Sommer bergetar dua kali.
Jens Petter Hauge mencetak gol indah lewat tendangan kaki kiri ke pojok atas gawang pada menit ke-61, disusul tap-in mudah dari Kasper Høgh di menit ke-64 setelah menerima umpan matang Ole Didrik Blomberg.
Kemenangan ini menempatkan satu kaki Bodo/Glimt di babak 16 besar Liga Champions. Hasil ini juga menambah daftar "korban" besar mereka setelah sebelumnya sempat menumbangkan Manchester City dan Atletico Madrid.
Inter Milan kini memikul beban berat untuk membalikkan keadaan di San Siro jika tidak ingin dongeng indah mereka di Eropa berakhir tragis.
Editor : Marthadi