
LombokPost – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) telah menganggarkan untuk pengadaan sepeda motor operasional bagi kepala dusun (kadus) di APBD 2026.
Nominal keuangan yang disediakan senilai Rp 2,65 miliar. Itu akan digunakan untuk pembelian 113 unit sepeda motor.
Penganggaran tersebut menuai kritik dari Komisi I DPRD KLU. Dewan menilai kebijakan tersebut bukan kebutuhan yang paling mendesak bagi masyarakat.
"Lebih bernuansa kepentingan politik," kata Ketua Komisi I DPRD KLU Rusdianto.
Dia mengakui, pengadaan kendaraan operasional untuk kepala dusun merupakan salah satu janji politik kepala daerah.
Namun, di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, anggaran tersebut seharusnya dialihkan untuk kebutuhan yang lebih prioritas.
Rusdianto menilai, masih banyak persoalan yang lebih mendesak. Seperti infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, hingga penanganan kekeringan yang setiap tahun terjadi di sejumlah desa.
Menurutnya, kondisi jalan kabupaten yang melintasi desa-desa masih banyak yang rusak parah.
Bahkan, karena lama tidak diperbaiki, sebagian ruas jalan ditanami pisang oleh warga sebagai bentuk sindiran terhadap pemerintah.
Ia juga menyoroti minimnya anggaran pemeliharaan jalan dalam beberapa tahun terakhir.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




