Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemda KLU Proyeksi Pawai Ogoh-ogoh Masuk Kalender Pariwisata

Habibul Adnan • Rabu, 25 Maret 2026 | 20:17 WIB

KALENDER PARIWISATA: Kemeriahan pelaksanaan pawai Ogoh-ogoh di Lombok Utara, beberapa waktu lalu
KALENDER PARIWISATA: Kemeriahan pelaksanaan pawai Ogoh-ogoh di Lombok Utara, beberapa waktu lalu
LombokPost - Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) memproyeksikan pawai ogoh-ogoh sebagai agenda budaya berskala besar.

Rangkain perayaan Hari Raya Nyepi itu ditarget menjadi festival tahunan yang masuk dalam kalender pariwisata daerah.

Bupati KLU Najmul Akhyar mengatakan, dari sisi pelaksanaannya, pawai Ogoh-ogoh punya potensi besar dari sisi ekonomi kreatif.

Karena itu, dia menginstruksikan agar pengelolaan tradisi ogoh-ogoh dilakukan secara profesional sehingga mampu menarik minat wisatawan, baik mancanegara maupun domestik.

Menurutnya, jika dikemas dengan baik, kegiatan ini dapat meningkatkan kunjungan wisata yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.

“Target kami bisa masuk dalam Calendar of Events pariwisata Lombok Utara," kata Najmul.

Dari sisi ekonomi misalnya, akan ada peningkatan okupansi penginapan. Kemudian akan memperkuat pemberdayaan UMKM lokal.

"Sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai destinasi wisata berbasis budaya yang inklusif,” jelasnya.

Dia menambahkan, bahwa ogoh-ogoh bukan sekadar atraksi visual, melainkan memiliki filosofi mendalam tentang pengendalian diri.

Figur raksasa yang diarak merupakan simbolisasi upaya manusia dalam menetralisir sifat-sifat negatif agar kembali pada kesucian diri.

“Ogoh-ogoh bukan sekadar karya seni rupa yang megah, melainkan manifestasi spiritual untuk mengendalikan sisi gelap dalam diri manusia. Nilai ini sangat relevan dengan kehidupan bermasyarakat kita,” ujarnya.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Lombok Utara Ida Bagus Sunu menyambut baik langkah pemerintah daerah.

Baca Juga: Tekan Beban Warga Jelang Lebaran! Bulog NTB Salurkan Bantuan Pangan di KLU, Jumlah Penerima Melonjak Drastis 54 Persen

Ia menilai pawai ogoh-ogoh tidak hanya sarat nilai spiritual sebagai simbol penetralisir energi negatif menjelang Nyepi, tetapi juga momentum penting mempererat toleransi antarumat beragama.

Karena itu, dia sangat setuju agar event ini menjadi festival tahunan yang masuk dalam kalender pariwisata daerah.

Sehingga tidak hanya menjadi kegiatan perayaan hari besar saja, tapi menjadi bagian penguatan budaya daerah. 

Editor : Siti Aeny Maryam
#pawai ogoh ogoh di Lombok Utara #ogoh ogoh di Lombok Utara #Najmul Akhyar #Bupati Lombok Utara