Langkah ini menjadi kejutan besar karena Apple yang biasanya dikenal dengan label harga premium, kini berani bermain di segmen "merakyat".
Dikutip dari Tom's Guide, MacBook Neo resmi diperkenalkan dengan harga mulai dari $599 (sekitar Rp 9,4 juta), jauh di bawah standar harga MacBook biasanya yang dimulai dari $999.
Analis dari IDC menyebutkan bahwa strategi ini adalah manuver Apple untuk merebut pasar pendidikan dan konsumen yang sangat sensitif terhadap harga yang selama ini dikuasai Windows.
Spesifikasi MacBook Neo: Kecil tapi Mematikan Meski harganya "miring", MacBook Neo tetap dibekali performa yang tidak bisa diremehkan.
Laptop ini menggunakan chipset A18 Pro—prosesor gahar yang sama dengan milik iPhone 16 Pro.
Apple mengklaim perangkat ini mampu melibas tugas sehari-hari mulai dari browsing, pengeditan foto, hingga menjalankan berbagai fitur AI dengan sangat lancar.
Tampilannya pun sangat segar dengan layar 12,9 inci dan pilihan warna yang mencolok seperti kuning, hijau, biru, dan merah muda.
Namun, demi menekan harga, Apple melakukan beberapa pemangkasan fitur, seperti tidak adanya lampu pada keyboard (backlit), kecepatan penyimpanan SSD yang lebih lambat, serta absennya fitur pengisian daya cepat (fast charging).
Bukan Hanya Laptop, iPhone dan iPad Murah Juga Dirilis Selain MacBook Neo, dalam rangkaian acara di awal Maret 2026 ini, Apple juga meluncurkan iPhone 17e.
Ponsel "ekonomis" ini dibanderol mulai $599 dengan peningkatan memori internal menjadi 256GB dan akhirnya mendukung fitur magnetik MagSafe.
Tak ketinggalan, iPad Air M4 juga resmi diperkenalkan. Tablet ini kini lebih bertenaga berkat chip M4 dan dukungan Wi-Fi 7, dijual dengan harga mulai $599 untuk model 11 inci.
Baca Juga: Dugaan Manipulasi IPO, OJK Freeze Saham Rp 14,5 Triliun di Mirae Asset Sekuritas
Ironi di Balik Produk Murah: Harga Model "Pro" Malah Melejit Di tengah euforia peluncuran produk murah, para sultan tampaknya harus merogoh kocek lebih dalam.
Apple secara diam-diam menaikkan harga untuk lini kelas atas mereka. MacBook Air M5 dan MacBook Pro dengan chip M5 Pro/Max mengalami kenaikan harga antara $100 hingga $400.
Hal ini disebut-sebut sebagai dampak dari "krisis RAM" global yang membuat biaya produksi komponen komputer melambung tinggi.
Dengan kenaikan harga di kelas atas, MacBook Neo jelas menjadi bintang utama bagi mereka yang mencari efisiensi tanpa menguras kantong.
Editor : Marthadi