LombokPost-Lahan seluas 12,9 hektare (ha) yang berlokasi di wellpad D, E, dan F proyek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu unit 5-6 (2x20 MW) di Poco Leok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah bersertifikat.
Kini sertifikat lahan-lahan tersebut sudah dikantongi PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra).
Lahan di wellpad D memiliki luas 2,9 ha; wellpad E 4,6 ha; dan wellpad F 5,4 ha.
Lahan yang kini menjadi hak guna bangunan PT PLN (Persero) untuk diolah dalam proyek pembangkit geothermal itu berhasil diamankan melalui kerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Manggarai dan pemilik lahan.
General Manager (GM) PT PLN (Persero) UIP Nusra Abdul Nahwan berterima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dan berkolaborasi merealisasikan energi hijau di Flores. Sehingga segala proses berlangsung aman dan lancar.
"Dana Penyertaan Modal Negara (PMN) digunakan untuk membebaskan lahan dan mengamankan aset yang akan digunakan dalam pengolahan EBT pengembangan PLTP Ulumbu 5-6 di Poco Leok," ucap Nahwan.
Selanjutnya, rencana pembangunan ke depan akan fokus pada wellpad G, H, dan I.
Wellpad adalah lokasi yang diperuntukan untuk melakukan eksplorasi dan menjadi lokasi penempatan komponen utama dalam proyek pengembangan panas bumi.
"Lokasi yang dibebaskan sesuai dengan penentuan lokasi dengan berpegang pada PP Nomor 19 Tahun 2021 tentang pengadaan tanah pembangunan kepentingan umum dengan meliputi prosedur sosialisasi, pengumuman, penilaian, musyawarah, pembayaran, dan penyerahan hasil," jelas Nahwan.
Dikatakan, sertifikat yang terbit pada 13 Juni 2024 ini merupakan proses akhir dari tahapan pengadaan lahan. Selanjutnya akan memasuki tahapan pembangunan.
"Aset-aset tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab PLN untuk mengamankan, memelihara, menggunakan, serta mendayagunakan, dalam tugas menghadirkan listrik ke seluruh wilayah Nusra dengan konstruksi infrastruktur ketenagalistrikan yang andal," ucap Nahwan.
Sementara itu, Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Manggarai Siswo Hariyono mengingatkan bahwa proyek yang diadakan pengadaan tanah oleh PT PLN (Persero) UIP Nusra merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN).
"Semua pemilik lahan mendukung rencana pemerintah. Mereka setuju dan mendukung proyek pemerintah ini dapat terwujud," kata Siswo yang menjadi pelaksana pengadaan tanah PLTP Ulumbu unit 5-6 wellpad D, E, F, dan G.
Sebelumnya, mengawali proses pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5-6, PT PLN (Persero) UIP Nusra bersama BPN Manggarai telah melakukan sosialisasi, inventarisasi, dan identifikasi yang menjadi rujukan penentuan nilai kompensasi kepada pemilik lahan.
"BPN tetap mendampingi sampai menyerahkan uang ganti rugi kepada pemilik lahan, pelepasan hak, dan penghapusan hak," kata Siswo .
Melalui Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030, PT PLN (Persero) ditugaskan untuk menyiapkan suplai energi yang cukup dan andal secara operasional.
PLN ditargetkan menyiapkan energi yang ramah lingkungan guna mendukung tercapainya Net Zero Emission (NZE) tahun 2060.
Segala rangkaian proses pengembangan PLTP Ulumbu unit 5-6 di Poco Leok merupakan proses transisi energi penyediaan energi tenaga listrik yang memanfaatkan sumber EBT sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Baru Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik, dan merupakan upaya pemerintah mengurangi emisi karbon serta mencapai bauran energi terbarukan sebesar 23 persen tahun 2025. (*)
Editor : Marthadi