Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Netizen Buat Daftar Kampus yang Tak Terjadi Senioritas PPDS

Kimda Farida • Minggu, 18 Agustus 2024 | 10:21 WIB
DIDUGA KORBAN PERUNDUNGAN: ARL, seorang dokter PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) Anestesi Undip ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya, Selasa (14/8/2024).
DIDUGA KORBAN PERUNDUNGAN: ARL, seorang dokter PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) Anestesi Undip ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya, Selasa (14/8/2024).

LombokPost--Topik mengenai senioritas yang diduga dialami seorang mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah yang berujung kematian mendapat perhatian publik.

Banyak masyarakat yang mulai berani membuka borok senioritas dalam PPDS di sejumlah kampus.

Namun ternyata, tidak semua kampus mengalam hal yang sama.

Netizen di platform X mengumpulkan sejumlah testimoni yang menggambarkan proses PPDB yang ternyata berjalan sangat baik tanpa ada unsur senioritas di beberapa kampus.

Berikut ini daftarnya;

1. Residen obgin FK Universitas Indonesia (UI)

"Hmm sejujurnya dari pengalaman pribadi saya sendiri saya tidak pernah mengalami ini (senioritas, Red) selama saya PPDS atau residensi obgin di FKUI karena dari program studinya sendiri juga sudah menjunjung tidak boleh adanya bullying, saya tidak pernah mendapat suruhan-suruhan atau minta dibelikan ini itu oleh senior-senior saya, apalagi untuk urusan diluar akademi sebagai pelajar dan dokter," tulis seorang netizen.

2. Anetesiologi Universitas Hasanuddin

"Selama saya mengikuti pendidikan dari tahun 2014 sampai tahun 2018 di Program Studi Anestesiologi Universitas Hasanuddin tidak pernah sekalipun saya mendapati perlakuan yang tidak semestinya. Hanya saja pendidikan memang berat. Junior menghormati senior sebagaimana murid menghormati gurunya. Junior datang lebih awal untuk mempersiapkan ruangan untuk kegiatan ilmiah dan pulang lebih terlambat karena merapikan tempat. Karena selain lelah fisik kami juga lelah otak, kegiatan ilmiah disambung dengan pelayanan di rumah sakit. Namun kembali lagi saya tekankan bahwa tidak akan perlakuan 'kejam' yang saya dapat selama PPDS," kata netizen.

3. Peminatan bedah onkologi FK UI

"Di tengah gempuran topik tentang bullying/perundungan saya cuman mau bersaksi bahwa tidak semua program studi, tidak semua universitas seperti itu. Sifatnya hanya oknum saja. Mohon untuk teman-teman terutama di luar bidang kedokteran jangan mengenarilisir semua seperti ini. Tertanda dr Maelissa. Kedokteran FKUI 2004, PPDS Bedah Umum FKUI-RSCM 2011, PPDS Sp.2 Peminatan Bedah Onkologi FKUI 2022," tulis netizen.

4. Ortodonti UGM

"Saya nyaman banget waktu pendidikan spesialis ortodonti, sama senior bisa diskusi, as a friend! Bukan bawahan. Senior bagi ilmu cuma-cuma, tanpa merasa 'tanpa senior kamu ga akan bisa belajar'," tulis netizen.

5. Obgin FKUI 

"Hehe.saya sih selama ini hanya pernah mendengar saja, untungnya tidak pernah mengalami. Dan tentunya setiap universitas memiliki "budaya" yang berbeda-beda. Tapi untungnya selama saya menjalani PPDS obgyn di FKUI, tidak pernah mendapat perlakuan aneh atau disuruh aneh-aneh di luar tugas akademik saya sebagai pelajar dan dokter. Saya turut sedih jika mendengar berita perlakuan aneh-aneh dari senior ke junior," kata netizen.

6. Neurologi Unair

"Selama saya berkuliah di pre-klinik kedokteran 3,5 tahun dan klinis 1 tahun, saya tidak merasakan adanya senioritas seperti itu. Alhamdulillah. Dan kurasa hingga sekarang, senioritas tidak ada di dunia kedokteran karena kita memiliki ikatan yang jarang dimiliki profesi lain, ikatan yang dinamakan teman sejawat. Siapa tahu junior yang diperlakukan seperti itu, suatu saat nanti jadi pimpinan IDI. Bukankah headshot untuk pembalasan dendam?," tulis netizen.

7. Mikrobiologi (UI)

"Ga pernah mengalami kalau diinget-inget, hehe. Saya kuliah spesialis mikrobiologi klinik, malah banyak sukanya sama senior jaman saya. Saran saya sih, di mana bumi diinjak di situ langit dijunjung. Jalani aja nanti juga sampai tujuan. Semangat ya," tulis netizen. (ksj)

Editor : Kimda Farida
#dokter bunuh diri #FK Undip #ppds