Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mahasiswa NTT di Jogjakarta Suarakan Energi Panas Bumi untuk Kedaulatan Daerah

Marthadi • Senin, 16 Juni 2025 | 17:22 WIB

Mahasiswa NTT Jogjakarta menekankan bahwa energi panas bumi bukan sekadar sumber listrik alternatif, tapi merupakan jalan strategis menuju swasembada energi.
Mahasiswa NTT Jogjakarta menekankan bahwa energi panas bumi bukan sekadar sumber listrik alternatif, tapi merupakan jalan strategis menuju swasembada energi.
LombokPost – Isu energi panas bumi kembali mencuat lewat suara mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sedang menimba ilmu di Jogjakarta. Dalam sebuah seminar bertajuk “Energi Panas Bumi untuk NTT: Peluang dan Kendala”, para mahasiswa menggugah kesadaran publik soal pentingnya kedaulatan energi di daerah, terutama di Pulau Flores yang dikenal menyimpan potensi besar energi panas bumi.

Gerakan Aliansi Mahasiswa NTT Jogjakarta menekankan bahwa energi panas bumi bukan sekadar sumber listrik alternatif, tapi merupakan jalan strategis menuju swasembada energi.

Ketua panitia Roni Dakuya menyoroti bahwa geotermal NTT harus menjadi milik rakyat, bukan hanya komoditas bisnis bagi korporasi besar.

Baca Juga: Honeymoon Sempurna, Pemandangan Laut, Romantic Dinner, dan Spa untuk Momen Tak Terlupakan di Holiday Resort Lombok

“Kita di Flores punya kekayaan di perut bumi. Energi panas bumi ini bisa menjadi kekuatan utama untuk kedaulatan energi, asal tidak salah kelola,” ujar Roni.

 

Potensi Panas Bumi Flores: Peluang yang Belum Maksimal

Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar kedua di dunia, dan Flores adalah salah satu kawasan yang sangat menjanjikan.

Baca Juga: Lanal Mataram dan Dislutkan NTB Amankan Benih Lobster Ilegal Senilai Rp 5 Miliar, 19 Nelayan dan Dua Pengepul Ditangkap

Sayangnya, pemanfaatannya masih jauh dari optimal.

Prof. Agung Harijoko, Guru Besar Geologi UGM, menyebut bahwa kawasan timur Indonesia seharusnya menjadi prioritas dalam pengembangan energi panas bumi.

“Flores dan NTT secara umum menyimpan cadangan panas bumi besar. Tapi kita masih terkendala kebijakan, investor, dan minimnya SDM lokal,” ungkap Prof. Agung.

Baca Juga: Indonesia Punya FLNG Terbesar! Proyek Raksasa Gas Genting Oil Hampir Rampung di Cina

Ia menambahkan bahwa energi geotermal tidak hanya untuk pembangkit listrik, tetapi juga bermanfaat untuk pengolahan hasil pertanian, pariwisata seperti spa, bahkan industri rumah kaca di dataran tinggi.

PLN Pastikan Proyek Panas Bumi Ramah Lingkungan

Mewakili pihak perusahaan, Davianus H. Edy dari PLN menyampaikan bahwa sejumlah proyek geotermal di Flores telah berjalan dengan pendekatan yang mengutamakan keberlanjutan.

Baca Juga: Gagal Daftar SMA Negeri di Kota Mataram Lewat Jalur Afirmasi karena KIP Tidak Aktif

Ia menyebut semua proyek energi panas bumi PLN telah melalui kajian AMDAL dan proses partisipatif dengan masyarakat.

“Kami ingin energi ini mengalir untuk masyarakat, bukan justru merugikan mereka,” kata Edy.

Menurutnya, energi panas bumi jauh lebih stabil dan ramah lingkungan dibanding diesel atau batu bara. Apalagi, sumber daya ini tidak tergantung cuaca seperti energi surya atau angin.

Baca Juga: Ini Alasan Milenial di Kota Mataram Pilih Honda dibandingkan Merek Lain

Mahasiswa NTT Suarakan Keadilan Energi

Seminar ini bukan hanya sesi ilmiah, tetapi juga menjadi ajang seruan konkret mahasiswa dan pemuda NTT untuk bangkit memperjuangkan keadilan energi.

Energi panas bumi harus dikelola dengan prinsip partisipasi, kearifan lokal, dan berpihak pada masyarakat adat.

Baca Juga: Korban Luka Eks Kekasih Putri Raja Kriminal Melbourne, DFAT Beri Bantuan Konsuler kepada Keluarga Korban

Gerakan Mahasiswa NTT Jogjakarta berharap seminar ini menjadi masukan bagi pemerintah daerah, DPRD, dan pemangku kebijakan energi agar tak lagi mengabaikan kekayaan yang tersimpan di tanah Flores.

“Sudah saatnya NTT menjadi tuan di negeri sendiri lewat energi bersih dan terbarukan,” pungkas Roni. (*)

Editor : Marthadi
#Jogjakarta #Mahasiswa #ntt #pln #swasembada energi #geothermal