Aksi itu memicu gelombang kemarahan publik karena dianggap sebagai bentuk penistaan agama.
Dalam video berdurasi singkat yang viral di media sosial sepekan terakhir, perempuan berinisial VA, ASN Pemkab Kepahiang, tampak marah dan melontarkan kata-kata kasar. Ia terlihat menginjak Al Quran di lantai sambil menantang seseorang.
“Hoi, aku lah bosan dituduh-tuduh terus! Aku injak Alquran ini sebagai bukti kalau aku dak selingkuh. Kalau aku salah, aku keno laknat!” teriak VA dalam rekaman tersebut.
Aksi itu langsung menuai kecaman keras dari masyarakat dan warganet. Lini masa dibanjiri komentar pedas dan tagar yang menuntut agar pelaku dijatuhi sanksi tegas.
Menanggapi viralnya video itu, Pemerintah Kabupaten Kepahiang melalui Inspektorat Daerah bergerak cepat memanggil VA untuk dimintai klarifikasi.
Dalam pemeriksaan, VA mengaku aksinya dilakukan dalam keadaan emosional karena persoalan pribadi.
“Saya mengakui telah menginjak Alquran saat bersumpah. Saat itu saya sedang sakit dan tertekan dengan masalah pribadi. Saya mohon maaf sebesar-besarnya,” ujar VA dalam video klarifikasinya yang juga tersebar luas.
VA menegaskan tidak bermaksud menistakan agama. Tindakannya, kata dia, adalah bentuk sumpah spontan untuk membuktikan dirinya tidak berselingkuh.
Ia mengaku menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
“Sekali lagi saya mohon maaf atas kesalahan ini,” ucap VA lirih.
Kasus ini kini tengah ditangani Inspektorat Daerah dan aparat penegak hukum untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pelanggaran disiplin maupun pidana.
Pemerintah daerah meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang. (*)
Editor : Marthadi