Melalui program Seleksi Varietas Rumput Laut (Selvarula), kedua lembaga ini mengembangkan bibit unggul dengan daya tumbuh cepat dan ketahanan tinggi terhadap penyakit.
Program ini menjadi bagian dari inisiatif Desa Eco-Bahari, yang digagas untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir di wilayah ring 1 PLTU Timor 1.
Baca Juga: BPVP Akan Berikan Pelatihan Vokasi Kepada Warga Binaan
“Kami melakukan peremajaan bibit lokal melalui seleksi varietas agar produktivitas meningkat tanpa perlu bibit dari luar daerah,” jelas Rafiqah Pratiwi, tim pendamping lapangan dari Politeknik KP Kupang.
Tim lapangan menyeleksi generasi pertama (G1) dari total 800 titik tanam di perairan Lifuleo. Dari jumlah itu, sekitar 150 ikat rumput laut dipilih kembali berdasarkan pertumbuhan terbaik untuk dijadikan bibit generasi berikutnya.
Hasil panen setelah 30 hari masa tanam menunjukkan lonjakan signifikan, bobot rata-rata mencapai lebih dari 100 gram per ikat.
Baca Juga: Rektor Prof Bambang Dorong Lompatan Besar Unram Menuju Kampus Berdaya Saing Global
“Metode ini akan terus berjalan hingga Februari 2026 dengan tiga siklus seleksi. Kami optimistis hasilnya makin meningkat dalam waktu dekat,” lanjut Rafiqah.
Penelitian menunjukkan kondisi arus, salinitas, dan pencahayaan laut Lifuleo sangat ideal untuk pengembangan strain unggul rumput laut. Bibit lokal bahkan berpotensi menjadi standar baru budidaya di Nusa Tenggara Timur.
Selain riset, program ini juga menjadi wadah transfer pengetahuan. Para petani dibimbing memahami teknik pemuliaan, pencatatan pertumbuhan, hingga panen efisien agar dapat melakukan peremajaan mandiri di masa depan.
Baca Juga: Sepanjang 2025, BEI NTB Sukses Cetak Ribuan Investor Baru
General Manager PLN UIP Nusra Rizki Aftarianto menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar program sosial, melainkan investasi jangka panjang bagi kesejahteraan pesisir.
“Infrastruktur listrik yang kami bangun di Pulau Timor harus sejalan dengan kehidupan yang tumbuh di laut Lifuleo. Ini bukti nyata bahwa energi dan ekologi bisa berjalan beriringan,” ujar Rizki.
Ke depan, PLN UIP Nusra berkomitmen memperluas kolaborasi riset semacam ini ke daerah pesisir lain di Nusa Tenggara. Tujuannya jelas, membangun ketahanan ekonomi masyarakat pesisir berbasis sains dan inovasi. (*)
Editor : Marthadi