Dalam puasa wajib seperti Ramadan, qadha, dan nazar, niat harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Berbeda dengan puasa sunnah yang lebih longgar. Niatnya boleh dilakukan di siang hari, selama belum makan dan minum.
Dikutip dari mui.or.id, dalam Mazhab Syafi’i, niat puasa wajib dilakukan setiap malam selama bulan Ramadan. Artinya, niat tidak cukup sekali untuk sebulan.
Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam Hasyiyatul Iqna’ menegaskan, puasa wajib mensyaratkan tabyit atau berniat pada malam hari. Hal ini berdasarkan hadis Nabi SAW: “Siapa yang tidak berniat sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.”
Karena itu, menurut Mazhab Syafi’i, niat harus diperbarui setiap malam Ramadan. Biasanya dilakukan setelah salat tarawih atau saat sahur.
Namun pendapat berbeda datang dari Mazhab Maliki. Mazhab ini membolehkan niat untuk satu bulan penuh pada malam pertama Ramadan. Alasannya, puasa Ramadan adalah satu rangkaian ibadah yang utuh.
Pendapat ini juga dijelaskan dalam kitab Fiqh al-Shiyam karya Yusuf Al-Qaradlawi. Dengan demikian, umat Islam boleh berniat sebulan penuh sebagai bentuk kehati-hatian, terutama jika khawatir lupa atau tertidur.
Meski begitu, banyak ulama tetap menganjurkan membiasakan niat setiap malam agar lebih aman.
Bacaan Niat Puasa Ramadan Harian
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Bacaan Niat Puasa Sebulan Penuh
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma jami’i syahri Ramadani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku niat berpuasa sepanjang bulan Ramadan tahun ini, wajib karena Allah Ta’ala.”
Intinya, jangan tunda niat hingga lewat fajar. Pastikan niat sudah terpatri sebelum Subuh tiba. Karena sah atau tidaknya puasa, dimulai dari hati.
Editor : Marthadi