Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Waspada Pasang Laut! Ahli BMKG Ungkap Dampak Nyata Gerhana Bulan Total 3 Maret Bagi Warga Pesisir!

Nurul Hidayati • Senin, 2 Maret 2026 | 14:00 WIB

Masyarakat terutama nelayan tetap waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Air Laut Maksimum, seperti adanya Banjir ROB.
Masyarakat terutama nelayan tetap waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Air Laut Maksimum, seperti adanya Banjir ROB.

LombokPost - Menjelang fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) yang akan terjadi besok, Selasa, 3 Maret 2026, Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, A. Fachri Radjab, memberikan penjelasan terkait dampak fenomena ini bagi masyarakat Indonesia.

Banyak warga yang bertanya-tanya apakah fenomena "Bulan Darah" ini membawa bahaya tertentu.

Fachri menegaskan bahwa secara astronomis, GBT adalah fenomena alami yang aman, namun memiliki dampak fisik yang nyata pada kondisi perairan.

 Baca Juga: Bulan Jadi Merah! Gerhana Bulan Total 'Worm Moon' 3 Maret 2026 Bisa Dilihat di Seluruh Indonesia, Cek Jadwalnya!

Bukan Gelombang Tinggi, Melainkan Pasang Laut

Fachri menjelaskan bahwa dampak utama dari Gerhana Bulan Total adalah terjadinya pasang air laut.

Hal ini disebabkan oleh posisi Bumi, Bulan, dan Matahari yang sejajar, sehingga gaya gravitasi Bulan "menyedot" permukaan air laut menjadi lebih tinggi dari biasanya.

"Pasang itu seluruh permukaan air naik karena kesedot gravitasi Bulan. Berbeda dengan gelombang tinggi yang disebabkan oleh faktor angin," ujar Fachri Radjab dalam podcast Temu-Tamu BMKG.

Masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir, diimbau untuk waspada terhadap kenaikan permukaan air laut ini.

Meskipun fenomena ini tidak akan memicu bencana besar seperti tsunami atau badai.

Aman Diamati dengan Mata Telanjang

Terkait keamanan pengamatan, Fachri memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir.

Berbeda dengan gerhana matahari yang memerlukan filter khusus, Gerhana Bulan Total sangat aman disaksikan langsung dengan mata telanjang.

"Ini fenomena alami yang rutin terjadi dan tidak berbahaya bagi kesehatan mata. Masyarakat bisa mengikutinya mulai fase total sekitar jam 18.03 WIB," tambahnya.

Fachri juga menepis mitos-mitos negatif dan memastikan bahwa fenomena ini murni merupakan peristiwa sains yang menarik untuk dipelajari.

Editor : Kimda Farida
#gerhana bulan total #air laut #bmkg #warga pesisir #Pasang