Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bukan Sekadar Perayaan! Ternyata Ada Aksi Nekat dan Perjuangan Berdarah di Balik Sejarah 8 Maret Hari Perempuan Internasional

Marthadi • Minggu, 8 Maret 2026 | 22:42 WIB

Ilustrasi Hari Perempuan Sedunia. (Jawa Pos)
Ilustrasi Hari Perempuan Sedunia. (Jawa Pos)
LombokPost – Jangan salah kaprah, Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap tanggal 8 Maret bukanlah sekadar seremonial tahunan atau momen bagi-bagi bunga semata.

Jauh sebelum media sosial ramai dengan ucapan selamat, ada jejak perjuangan keras yang melibatkan belasan ribu nyawa dan keberanian luar biasa dari kaum perempuan yang menuntut keadilan di tengah penindasan.

Dikutip dari Radar Situbondo, momentum bersejarah ini lahir dari rentetan aksi protes, pemaksaan, serta gerakan sosial yang menuntut hak-hak dasar bagi perempuan.

Bukan tanpa alasan, para perempuan ini bergerak demi melawan ketimpangan, mulai dari tuntutan upah layak hingga hak politik dan kesetaraan gender di berbagai sektor kehidupan.

Aksi Nekat 15 Ribu Perempuan di New York Kilas balik ke tahun 1908 di New York, Amerika Serikat, menjadi titik awal yang mengguncang dunia.

Saat itu, sekitar 15.000 perempuan nekat turun ke jalan melakukan aksi refleksi besar-besaran.

Mereka memprotes kondisi kerja yang sangat memprihatinkan: upah yang sangat rendah, jam kerja yang panjang, serta lingkungan kerja yang tidak manusiawi.

Ada tiga tuntutan utama yang mereka teriakkan di jalanan saat itu, yakni:

- Peningkatan upah yang lebih layak.

- Pengurangan jam kerja yang mencekik.

- Hak memilih dalam pemilu.

Menuju Pengakuan Dunia

Gerakan ini terus menggelinding bak bola salju.

Setahun setelah aksi heroik di New York, tepatnya pada 28 Februari 1909, Partai Sosialis Amerika mendeklarasikan Hari Perempuan Nasional pertama di Amerika Serikat sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan hak-hak sosial, ekonomi, dan politik perempuan.

Gagasan untuk menjadikan gerakan ini berskala internasional semakin menguat ketika Konferensi Perempuan Sosialis Internasional diselenggarakan pada Agustus 1910 di Kopenhagen, Denmark.

Sejak saat itu, tanggal 8 Maret resmi menjadi simbol perjuangan global yang diakui dunia hingga PBB, mengingatkan kita semua bahwa hak-hak yang dinikmati perempuan hari ini dibayar dengan keringat dan perjuangan panjang selama lebih dari satu abad.

Editor : Marthadi
#Hak Buruh Perempuan #hari perempuan sedunia #perjuangan perempuan #Sejarah 8 Maret #hari perempuan internasional