LombokPost — Sebelum menjadi anggota DPRD NTB, H M.Jamhur sudah lama dikenal sebagai seorang pendidik.
Ia adalah pengasuh sekaligus ketua Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Assulamy, Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat.
Jamhur melanjutkan kiprah orangtuanya yang sudah merintis pendirian lembaga itu sejak 1981.
Baca Juga: Anggota DPRD NTB Hulaemi Hobi Beternak Sarang Burung Walet
Di lembaga pendidikan itu terdapat 400-santri yang belajar di berbagai jenjang.
Mulai dari TK, Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
"Saya ini tidak bisa jauh-jauh dari dunia pendidikan," kata Jamhur kepada Lombok Post, Rabu (22/4).
Meski sudah tiga periode menjabat anggota DPRD NTB, Jamhur masih tetap aktif mengajar para santri hingga sekarang.
Itu dilakukan di sela-sela kesibukannya sebagai anggota dewan.
"Mengajar bukan berarti mengampu mata pelajaran tertentu. Tapi aktif memberi edukasi dan motivasi ke anak-anak agar semangat belajar," ujarnya.
Baca Juga: Mataram Gundam, Bisnis Sukses yang Lahir dari Hobi
Menurutnya, menjadi pendidik tidak hanya sebatas mentransfer ilmu atau mengajar.
Tetapi juga membentuk watak, moral, dan karakter para santri.
Ia meyakini bahwa seorang pendidik harus berfungsi sebagai panutan atau teladan, pembimbing, dan motivator yang mengembangkan potensi peserta didik.
Atas dasar itu, Jamhur sangat meneladani hadis Nabi yang berbunyi khoirunnas anfauhum linnas. Bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
"Hadis ini sudah menjadi motto hidup saya. Bagi saya menjadi seorang pendidik adalah sarana menebar manfaat ke sesama," ungkap anggota Komisi V DPRD NTB itu. (mar/r2)
Editor : Redaksi