LombokPost - “Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus.” (QS. Al-Hajj: 27)
Alhamdulillah atas segala nikmat dari-Nya, kita bisa bersua kembali dalam Hikmah Jumat Lombok Post.
Pembaca yang dirahmati Allah SWT. Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima yang diwajibkan bagi setiap muslim yang mampu, baik secara fisik, finansial, maupun kenyamanan dalam perjalanan. Lebih dari sekadar perjalanan ritual, haji adalah perjalanan spiritual yang sarat dengan tujuan mulia dan hikmah yang mendalam.
Baca Juga: 70 Persen Jamaah Haji Mataram Masuk Kategori Risti, Dikes Perketat Pengawalan Medis dan Obat-obatan
Tujuan utama ibadah haji adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan penuh ketundukan dan keikhlasan. Allah berfirman: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah...” (QS. Al-Baqarah: 196)
Ayat ini menegaskan bahwa seluruh rangkaian haji harus dilandasi niat yang tulus semata-mata karena Allah SWT, bukan karena status sosial, gelar, atau kebanggaan duniawi. Selain itu, haji juga bertujuan menumbuhkan kesadaran akan persatuan umat Islam.
Di Tanah Suci, jutaan muslim dari berbagai bangsa, warna kulit, dan bahasa berkumpul dalam satu tujuan yang sama: beribadah kepada Allah. Ini adalah gambaran nyata dari ukhuwah Islamiyah yang sejati.
Baca Juga: Pelepasan Haru 393 Jemaah Haji Lombok Barat, Bupati: Jaga Kekompakan dan Kesehatan!
Adapun hikmah ibadah haji sangatlah luas, di antaranya: 1) Melatih keikhlasan dan kesabaran.
Rangkaian ibadah haji yang panjang dan penuh tantangan mengajarkan kesabaran, ketahanan fisik, dan keikhlasan dalam beribadah.
2) Menghapus dosa
Baca Juga: Ratusan Jamaah Calon Haji KLU Berangkat Mei Mendatang
Ibadah Haji Bukan Sekadar Perjalanan Fisik
Tujuan dan Hikmah Ibadah Haji
“Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus.” (QS. Al-Hajj: 27)
Alhamdulillah atas segala nikmat dari-Nya, kita bisa bersua kembali dalam Hikmah Jumat Lombok Post.
Pembaca yang dirahmati Allah SWT. Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima yang diwajibkan bagi setiap muslim yang mampu, baik secara fisik, finansial, maupun kenyamanan dalam perjalanan. Lebih dari sekadar perjalanan ritual, haji adalah perjalanan spiritual yang sarat dengan tujuan mulia dan hikmah yang mendalam.
Tujuan utama ibadah haji adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan penuh ketundukan dan keikhlasan. Allah berfirman: “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah...” (QS. Al-Baqarah: 196)
Ayat ini menegaskan bahwa seluruh rangkaian haji harus dilandasi niat yang tulus semata-mata karena Allah SWT, bukan karena status sosial, gelar, atau kebanggaan duniawi. Selain itu, haji juga bertujuan menumbuhkan kesadaran akan persatuan umat Islam.
Di Tanah Suci, jutaan muslim dari berbagai bangsa, warna kulit, dan bahasa berkumpul dalam satu tujuan yang sama: beribadah kepada Allah. Ini adalah gambaran nyata dari ukhuwah Islamiyah yang sejati.
Adapun hikmah ibadah haji sangatlah luas, di antaranya: 1) Melatih keikhlasan dan kesabaran.
Rangkaian ibadah haji yang panjang dan penuh tantangan mengajarkan kesabaran, ketahanan fisik, dan keikhlasan dalam beribadah.
2) Menghapus dosa dan memperbarui diri. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang melaksanakan haji dan tidak berkata kotor serta tidak berbuat fasik, maka ia kembali seperti hari dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ini menunjukkan bahwa haji adalah momentum penyucian diri dari dosa-dosa.
3) Menanamkan nilai kesetaraan dan kerendahan hati. Pakaian ihram yang sederhana menghapus perbedaan status sosial. Semua manusia sama di hadapan Allah, yang membedakan hanyalah ketakwaannya.
4) Menguatkan ketauhidan. Seluruh ritual haji, mulai dari tawaf hingga wukuf di Arafah, adalah simbol penghambaan total kepada Allah dan peneguhan tauhid dalam hati.
5) Mengingat perjuangan para nabi. Ibadah haji juga mengingatkan kita pada perjuangan Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, dan Siti Hajar dalam ketaatan yang luar biasa kepada Allah.
Pembaca Lombok Post yang dirahmati Allah SWT, ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan hati menuju Allah. Bagi yang telah menunaikannya, hendaknya mampu menjaga kemabruran hajinya dengan perubahan sikap dan akhlak yang lebih baik.
Dan bagi yang belum, semoga Allah memudahkan langkah kita untuk menjadi tamu-Nya di Baitullah. Semoga kita semua termasuk hamba-hamba yang mampu mengambil hikmah dari setiap ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT. Wallahu a’lam bisshawab. (*)
mperbarui diri. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang melaksanakan haji dan tidak berkata kotor serta tidak berbuat fasik, maka ia kembali seperti hari dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ini menunjukkan bahwa haji adalah momentum penyucian diri dari dosa-dosa.
3) Menanamkan nilai kesetaraan dan kerendahan hati. Pakaian ihram yang sederhana menghapus perbedaan status sosial. Semua manusia sama di hadapan Allah, yang membedakan hanyalah ketakwaannya.
4) Menguatkan ketauhidan. Seluruh ritual haji, mulai dari tawaf hingga wukuf di Arafah, adalah simbol penghambaan total kepada Allah dan peneguhan tauhid dalam hati.
5) Mengingat perjuangan para nabi. Ibadah haji juga mengingatkan kita pada perjuangan Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, dan Siti Hajar dalam ketaatan yang luar biasa kepada Allah.
Pembaca Lombok Post yang dirahmati Allah SWT, ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan hati menuju Allah. Bagi yang telah menunaikannya, hendaknya mampu menjaga kemabruran hajinya dengan perubahan sikap dan akhlak yang lebih baik.
Dan bagi yang belum, semoga Allah memudahkan langkah kita untuk menjadi tamu-Nya di Baitullah. Semoga kita semua termasuk hamba-hamba yang mampu mengambil hikmah dari setiap ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT. Wallahu a’lam bisshawab. (*)
Editor : Redaksi