Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

TGH Muammar Arafat: Jika Bukan di Pesantren NU, Lebih Baik Muktamar NU Tidak di NTB  

Prihadi Zoldic • Kamis, 2 Juli 2026 | 18:35 WIB
TOKOH: Pimpinan Pondok Pesantren Darul Fallah Pagutan, Kota Mataram TGH Muammar Arafat. (Istimewa)
TOKOH: Pimpinan Pondok Pesantren Darul Fallah Pagutan, Kota Mataram TGH Muammar Arafat. (Istimewa)

 

LombokPost - Pimpinan Pondok Pesantren Darul Fallah Pagutan, Kota Mataram TGH Muammar Arafat menyampaikan pandangan berbeda terkait peluang NTB menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). 

Dia justru berharap muktamar tidak digelar di NTB bila lokasi utamanya bukan di lingkungan pesantren NU.

PBNU menyatakan penetapan lokasi baru akan diputuskan setelah tim melakukan survei terhadap seluruh daerah pengusul.

Baca Juga: Dalam Bimbingan Buya Muammar Arafat, KBIHU Darul Falah Berangkatkan 200 Jemaah Umrah

Yakni Jawa Timur, Jawa Barat, NTB, Sumatera Barat, dan Jakarta.

"Kalau saya malah berharap Muktamar NU tidak dilaksanakan di NTB," ujarnya, Kamis (2/6/2026).

Bila NTB menjadi tuan rumah namun lokasi muktamar di pondok pesantren yang terafiliasi bukan NU, justru memberi kesan bahwa pesantren-pesantren NU di NTB tidak siap.

Baca Juga: EWS Gumi Sasak Perkuat Mitigasi Bencana di Lotim

"Ini akan membuat Nahdliyin dan pengurus NU NTB malu," katanya.

BERBAGI: Pimpinan Ponpes Darul Falah Pagutan Kota Mataram TGH.Muammar Arafat saat memberikan paket sembako kepada penerima pada acara penutup Majelis Badruttamam, beberapa waktu lalu. (Istimewa)
BERBAGI: Pimpinan Ponpes Darul Falah Pagutan Kota Mataram TGH.Muammar Arafat saat memberikan paket sembako kepada penerima pada acara penutup Majelis Badruttamam, beberapa waktu lalu. (Istimewa)

 

"Kalau acara-acara sampingannya, mungkin Bahtsul Masail di sana tidak masalah. Tapi kalau sampai muncul sebagai lokasi utama, itu kan kita tidak siap namanya. Misalnya Musyawarah Besar PBNU diadakan di pondok pesantren non-NU, pasti orang NU akan protes. Emangnya pondok NU lainnya enggak ada yang mampu," ujarnya melempar tanya.

Diingatkan, muktamar merupakan agenda organisasi NU sehingga koordinasi penyelenggaraan seharusnya melibatkan seluruh struktur NU.

Baca Juga: AC Milan Mendadak Virgil van Dijk, Liverpool Mana Rela

Bersama para tuan guru dan pengasuh pondok pesantren NU. "Kalau pun ada yang membantu ya Alhamdulillah," katanya.

Meski demikian, ia tidak menolak keterlibatan organisasi Islam lain apabila semangatnya untuk membangun kebersamaan.

"Kalau memang mau pemerataan, kenapa tidak libatkan semua saja," ujarnya.

Baca Juga: Kanwil Kemenkum NTB Perkuat Kinerja Semester II 2026, Siap Tingkatkan Layanan Hukum untuk Masyarakat

Pembahasan lokasi Muktamar ke-35 NU masih berlangsung di tingkat PBNU.

Sekretaris Steering Committee Munas dan Konbes NU 2026 Prof Mohammad Nuh menyatakan lokasi belum diputuskan.

PBNU akan terlebih dahulu melakukan verifikasi dan survei terhadap seluruh daerah pengusul sebelum menetapkan tuan rumah. 

Baca Juga: AC Milan Berburu Bek Baru, tapi Beknya Sendiri Diburu Klub Lain

NTB ditempatkan sebagai alternatif strategis untuk pemerataan penyelenggaraan Muktamar di luar Pulau Jawa.

Dengan keunggulan kultur Islam yang kuat, keamanan yang relatif baik, serta dukungan Bandara Internasional Lombok.

SIRAMAN ROHANI: TGH Muammar Arafat menyampaikan ceramah dalam sebuah kesempatan. (Istimewa)
SIRAMAN ROHANI: TGH Muammar Arafat menyampaikan ceramah dalam sebuah kesempatan. (Istimewa)

 

Namun, NTB juga dinilai masih memiliki keterbatasan pada kapasitas akomodasi peserta dalam jumlah besar dan jaringan transportasi antardaerah. (yuk/r6)

 
Editor : Prihadi Zoldic
#muktamar nu #NU #muammar arafat