Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Program TJSL PLN UIP Nusra Berdampak Nyata, Kelompok Tani Wela Sita Werek Kembali Panen Hortikultura

Marthadi • Jumat, 10 Juli 2026 | 18:12 WIB
Kelompok Tani Wela Sita Werek menunjukkan hasil panen hortikultura sebagai wujud keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat binaan PT PLN (Persero) UIP Nusra.
Kelompok Tani Wela Sita Werek menunjukkan hasil panen hortikultura sebagai wujud keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat binaan PT PLN (Persero) UIP Nusra.

LombokPost - Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) kembali membuahkan hasil. Kelompok Tani Wela Sita Werek Ulumbu di Desa Wewo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, berhasil memanen sekitar 700 tanaman pakcoy yang seluruhnya telah terserap pasar.

Panen yang berlangsung Rabu (8/7) tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat di sekitar pembangunan PLTP Ulumbu Unit 5 berkapasitas 10 megawatt (MW). Hasil panen dijual dengan harga Rp3.000 per tanaman. Sebelumnya, kelompok tani juga telah memanen komoditas fanbox dan tomat.

Ketua Kelompok Tani Wela Sita Werek Ulumbu Evodia Alut mengatakan program pendampingan yang dijalankan PLN sejak 2023 dan diperkuat pada 2025 telah membawa perubahan signifikan bagi kelompok tani.

"Lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini menjadi produktif. Hasil panen kami juga sudah memiliki pasar, termasuk masyarakat Desa Wewo," ujarnya.

Baca Juga: YBM PLN NTB Kembali Salurkan Bantuan untuk 52 Kaum Dhuafa di Lombok Timur

Menurut Evodia, keberhasilan tersebut tidak hanya didukung bantuan sarana produksi, tetapi juga pendampingan intensif mulai dari pembibitan, teknik budidaya, perawatan tanaman, pengendalian hama hingga pemasaran hasil panen.

Salah seorang anggota kelompok, Mama Kris, 64 tahun, mengaku metode budi daya yang diperkenalkan melalui program tersebut membuat biaya perawatan kebun lebih efisien. Penggunaan mulsa mampu menekan pertumbuhan gulma sehingga kebutuhan tenaga dan biaya pemeliharaan menjadi lebih rendah.

Manager Perizinan dan Komunikasi PT PLN (Persero) UIP Nusra Bobby Robson mengatakan keberhasilan panen menjadi indikator bahwa program TJSL memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia menyebut hasil pengukuran Social Return on Investment (SROI) tahun 2025 mencapai 1,5. Artinya, setiap investasi Rp1 yang disalurkan melalui program tersebut mampu menghasilkan nilai manfaat sosial sebesar Rp1,5 bagi masyarakat.

Baca Juga: Menteri PU Pastikan Bendungan Meninting Dilengkapi Jaringan Irigasi, Target Realisasi 2027

"Hasil ini mendorong kami untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan," katanya.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra RDW Manurung menegaskan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah proyek.

Menurutnya, pembangunan PLTP Ulumbu Unit 5 tidak hanya bertujuan menghadirkan energi bersih dan memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi melalui berbagai program pemberdayaan berbasis potensi lokal.

Program hortikultura di Desa Wewo menjadi salah satu bentuk komitmen PLN UIP Nusra dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di sekitar proyek strategis ketenagalistrikan. Melalui pendampingan yang berkesinambungan, PLN berharap semakin banyak lahan yang dapat dioptimalkan menjadi lahan produktif sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kemandirian masyarakat.

Editor : Marthadi
#Panen Pakcoy #PLTP Ulumbu #program tjsl pln #manggarai #PLN UIP Nusra