Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cerita Iswandi, Antar Ratusan Koran dengan Honda Supra-nya, Terbukti Irit dan Tangguh

Galih Mega Putra S • Minggu, 30 Juni 2024 | 08:45 WIB
SETIA MENEMANI: Iswandi dengan Honda Supra X-nya di sela-sela istirahat setelah mengantar koran.(Galih/LombokPost)
SETIA MENEMANI: Iswandi dengan Honda Supra X-nya di sela-sela istirahat setelah mengantar koran.(Galih/LombokPost)

LombokPost-Di Indonesia, koran sudah ada sejak tahun 1744, saat pemerintahan Gubjen Van Imhoff, yaitu Bataviasche Nouvelles.

Hingga kini koran masih eksis memberikan informasi terpercaya untuk masyarakat. Loper atau agen menjadi ujung tombak distribusi hingga koran berada di tangan pembaca.

Namanya Hujjatul Islam. Ia biasa dipangil Iswandi. Pria asal Labulia, Lombok Tengah, ini sudah menjadi loper koran sejak tahun 2005. “Sudah 19 tahun lebih saya menjadi agen atau loper koran,’’ katanya.

Untuk menunjang aktivitasnya, Iswandi selalu setia menggunakan sepeda motor Honda.

Awalnya, pada 2005 ia menggunakan Honda Supra Fit.

“Tahun 2010 upgrade pakai Honda Supra X sampai sekarang. Alasannya, Honda irit dan bandel,’’ jelasnya.

Selama menggunakan motor Honda, Iswandi tak pernah mengalami kendala berarti. Ia hanya melakukan perawatan ringan seperti ganti oli, kampas rem, ganti ban, dan tune up ringan.

Allhamdulillah selama belasan tahun tidak pernah ada kendala berat,’’ uangkapnya.

Motor Supra dipilih bukan tanpa alasan.

Ia lebih suka menggunkan motor bebek daripada matic. Selain lebih irit, motor bebek dinilai lebih aman ketika mengantarkan koran.

“Koran saya taruh di keranjang bagian depan, kalau hujan tinggal tutup dengan jas hujan. Sedangkan motor matic, biasanya taruh di bawah pijakan kaki, walaupun ditutupi jas hujan tetap saja akan terkena rembesan atau cipratan air hujan, jadi lebih rawan,’’ bebernya.

Hampir setiap hari Iswandi berkeliling mengantar ratusan eksemplar koran ke palanggannya yang tersebar di Kota Mataram.

Mulai pertokoan, perumahan, instansi pemerintah, hingga perusahaan swasta. Rute yang ditempuh pun tidak kaleng-kaleng. Per hari bisa menempuh ratusan kilometer.

Konsumsi BBM terbilang sangat irit. Ia hanya membeli bahan bakar Rp 15 ribu setiap hari untuk keliling.

Uniknya, karena sudah kepincut dan membuktikan sendiri ketangguhan Honda, semua motor yang ada di rumahnya bermerek Honda.

“Di rumah itu ada Supra Fit yang dipakai anak dan Vario yang dipakai istri. Karena saya sudah buktikan sendiri ketangguhan Honda,’’ ungkapnya.

Ayah 4 anak ini mulai beraktivitas pukul 06.00 pagi.

Mulai perjalanan dari Labulia menuju kantor Lombok Post untuk mengambil koran pelanggannya.

“Koran yang saya bawa ada Lombok Post dan Radar Lombok. Kalau dulu banyak, bahkan ada majalah Nova. Tapi sekarang sudah nggak ada,’’ bebernya.

Setelah ambil koran, ia langsung berkeliling mengantarkan koran. Bak dikejar waktu, deadline pengantaran pun harus selesai di pukul 10.00 Wita. (glh/*)

Editor : Kimda Farida
#AHM #honda #astra