LombokPost - Legenda sepak bola Brasil, Roberto Carlos, mengungkapkan kisah menarik di balik keputusannya meninggalkan Inter Milan dan bergabung dengan Real Madrid.
Dalam sebuah wawancara, Roberto Carlos menjelaskan bahwa posisi bermain yang tidak sesuai menjadi faktor utama kepergiannya dari klub Serie A tersebut, Inter Milan, untuk kemudian bergabung dengan Real Madrid.
Berbeda dengan di Real Madrid, selama membela Inter Milan, Roberto Carlos sering dimainkan bukan di posisi aslinya sebagai bek kiri, melainkan sebagai pemain sayap bahkan penyerang.
Meskipun ia tampil impresif di awal musim dengan mencetak 7 gol dalam 7 pertandingan pertama bersama Inter Milan, saudara muda AC Milan, Roberto Carlos merasa bahwa posisinya tidak mendukung ambisinya untuk terus membela tim nasional Brasil, terutama menjelang Copa Amerika.
Roberto Carlos ingin bermain sebagai bek kiri, posisi yang membuatnya merasa nyaman dan dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya, dan itu tak didapat di Inter Milan, rival sekota AC Milan.
Roberto Carlos kemudian memutuskan berbicara langsung dengan Presiden Inter Milan saat itu untuk memberi tahu beliau bahwa ia tidak bisa terus bermain di sana.
Karena Copa Amerika segera dimulai, dan supaya ia dipanggil, ia harus bermain sebagai bek kiri, mirip dengan Maldini di AC Milan.
Namun, tampaknya permintaan Roberto Carlos tidak dapat dipenuhi oleh Inter Milan, sehingga ia harus mencari klub lain yang dapat memahaminya.
Hari yang sama, Roberto Carlos bertemu dengan Presiden Real Madrid saat itu Lorenzo Sanz, dan dalam waktu singkat, kesepakatan pun tercapai.
Roberto Carlos dilepas, meninggalkan Kota Milan, kota dengan dua klub besar, Inter Milan dan AC Milan, untuk kemudian menandatangani kontrak dengan Real Madrid.
Kepindahan tersebut menjadi salah satu titik balik dalam karier Roberto Carlos, karena ia akhirnya dapat bermain sebagai bek kiri dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di Real Madrid.
Bersama Real Madrid, Roberto Carlos menjelma menjadi salah satu bek kiri terbaik dalam sejarah sepak bola, mempersembahkan berbagai gelar termasuk tiga trofi Liga Champions UEFA.
Roberto Carlos menjadi bagian dari tim yang sangat sukses dan dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya sebagai bek kiri Real Madrid.
Kesuksesan Roberto Carlos dengan Real Madrid tidak terlepas dari keputusan tepatnya meninggalkan Inter Milan dan mencari klub yang dapat memahaminya.
Kisah Roberto Carlos meninggalkan Inter Milan dan bergabung dengan Real Madrid mengingatkan juga pada kisah Clarence Seedorf yang meninggalkan Inter Milan untuk bergabung dengan AC Milan.
Menunjukkan bahwa posisi bermain yang sesuai sangat penting bagi seorang pemain.
Dengan bergabung dengan Real Madrid, Roberto Carlos dapat bermain sebagai bek kiri dan mencapai kesuksesan yang luar biasa.
Kisah ini juga menunjukkan bahwa keputusan tepat dapat membawa kesuksesan yang besar dalam karier seorang pemain sepak bola. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic