Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Liverpool Incar Idrissa Gueye, Isak, dan Ekitike: Era Baru Tanpa Salah Dimulai

Alfian Yusni • Minggu, 27 Juli 2025 | 17:39 WIB
Liverpool resmi membidik striker muda FC Metz, Idrissa Gueye, sebagai bagian dari regenerasi lini depan, menyambut era baru tanpa Mohamed Salah. (Foto: instagram)
Liverpool resmi membidik striker muda FC Metz, Idrissa Gueye, sebagai bagian dari regenerasi lini depan, menyambut era baru tanpa Mohamed Salah. (Foto: instagram)

LombokPost - Arne Slot mulai menata ulang proyek besar di Anfield. Liverpool resmi membidik striker muda FC Metz, Idrissa Gueye, sebagai bagian dari regenerasi lini depan, menyambut era baru tanpa Mohamed Salah.

Langkah ini tak berdiri sendiri. Di bursa transfer musim panas ini, Liverpool juga telah mendatangkan Hugo Ekitike dan masih memburu Alexander Isak dari Newcastle United.

Ketiganya diyakini menjadi fondasi lini depan masa depan The Reds, saat Salah yang kini berusia 33 tahun memasuki penghujung kontraknya pada 2027.

Nama Idrissa Gueye langsung menyedot perhatian. Meski baru berusia 18 tahun, striker asal Senegal ini tampil impresif di Ligue 2 bersama Metz.

Musim lalu, Gueye mencetak enam gol dan satu assist dari 17 laga, sebelum akhirnya mengantarkan klubnya promosi ke Ligue 1.

Catatan ini menarik minat besar dari klub-klub Inggris, termasuk West Ham United, Brighton, Southampton, Sunderland, dan Crystal Palace.

Namun, Liverpool bergerak lebih cepat. Mereka telah mengajukan ketertarikan resmi dan menjadikan Gueye sebagai investasi jangka panjang.

Apalagi, kontraknya bersama Metz masih berlaku hingga 2029, membuat transfer ini harus disiapkan secara matang.

Langkah agresif Liverpool di bursa transfer ini pun makin terlihat nyata. Klub baru saja merampungkan kepindahan Hugo Ekitike dari Eintracht Frankfurt senilai £69 juta, yang bisa meningkat hingga £79 juta.

Dengan tambahan ini, belanja Liverpool sudah menembus £250 juta pada musim panas 2025.

 

Di sisi lain, upaya merekrut Alexander Isak masih terus digodok. Meski Newcastle belum memberikan lampu hijau, kabarnya Isak sudah menyampaikan keinginan untuk tidak memperpanjang kontrak yang berlaku hingga 2028. Jika berhasil, transfer Isak bisa jadi pembelian termahal dalam sejarah Liverpool.

Namun, manuver Liverpool juga diwarnai rumor hengkangnya Luis Diaz dan Darwin Nunez. Diaz absen saat laga pramusim melawan AC Milan akibat isu transfer ke Bayern Munich.

Liverpool menolak tawaran £58,5 juta dari raksasa Jerman itu, namun Bayern dikabarkan akan mengajukan proposal baru senilai £70 juta. Sementara itu, Darwin disebut masuk daftar jual dengan banderol sekitar £60 juta.

Jika keduanya pergi, dana besar dari penjualan Diaz dan Nunez bisa menjadi kunci Liverpool menuntaskan transfer Isak dan Gueye.

Dengan tambahan pemain muda tajam seperti mereka, Slot tidak hanya memperkuat skuad saat ini, tapi juga mempersiapkan Liverpool untuk lima hingga tujuh musim ke depan.

Namun, regenerasi tidak hanya terjadi di lini serang. Slot juga mempertimbangkan memperkuat lini belakang yang mulai keropos.

Virgil van Dijk sudah berusia 34 tahun, Joe Gomez rentan cedera, dan Ibrahima Konate tinggal menyisakan kontrak satu musim lagi.

Nama Marc Guehi dari Crystal Palace muncul sebagai kandidat kuat memperkokoh lini belakang.

Konsistensi Slot untuk membangun ulang skuad menunjukkan bahwa Liverpool tak ingin menjadi tim reaktif.

Mereka menyusun strategi jangka panjang yang menyeluruh: cepat, muda, dan tajam. Dengan Idrissa Gueye, Isak, dan Ekitike, Liverpool menyusun pondasi baru menuju era tanpa Salah, dan mengirim pesan jelas ke para rival: The Reds siap kembali berjaya. (***)

Editor : Alfian Yusni
#idrissa gueye #liverpool #mohamed salah