LombokPost - Gabriel Magalhaes akhirnya buka suara soal kondisinya setelah kembali beraksi bersama Arsenal. Bek tangguh asal Brasil ini sebelumnya sempat menepi lama karena cedera hamstring yang ia derita saat The Gunners menang 2-1 melawan Fulham pada April lalu. Cedera tersebut membuat Gabriel Magalhães harus menjalani operasi dan absen hingga akhir musim.
Kini, Gabriel Magalhaes sudah kembali pulih dan langsung tancap gas. Ia memulai comeback-nya di laga pramusim Arsenal, tampil sebagai pemain pengganti saat kalah 2-3 dari Villarreal.
Beberapa hari kemudian, ia kembali bermain lebih lama di laga pramusim terakhir Arsenal. Performa impresif Gabriel Magalhaes di tiga laga awal Premier League musim ini bahkan sukses mencuri perhatian Carlo Ancelotti, yang kemudian memberinya panggilan ke Timnas Brasil.
Saat berbicara kepada wartawan, Gabriel Magalhaes menegaskan bahwa ia masih punya banyak hal untuk dibuktikan menjelang Piala Dunia 2026. ”Ketika Anda bicara tentang Timnas Brasil, Anda harus bekerja keras setiap hari di klub agar bisa berada di sini dalam kondisi terbaik,” ujar Gabriel Magalhaes.
Gabriel Magalhaes menambahkan, dengan sisa sembilan bulan menuju Piala Dunia 2026, ia harus terus bekerja keras. ”Saya harus menjaga level permainan saya dan terus bekerja,” katanya.
”Kami harus tetap membumi. Kami tahu kualitas kami, kualitas tim, kami tahu kualitas pelatih kami dan semua yang bisa dia berikan. Waktu sembilan bulan itu berlalu sangat cepat, jadi kami harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk tiba di Piala Dunia dalam kondisi prima. Dan tentu saja, dengan seluruh tim yang bersatu, kami akan mencapai hal-hal besar,” tambahnya.
Saat ini, Gabriel Magalhaes sedang fokus bersama Timnas Brasil yang akan menghadapi Bolivia di El Alto dalam laga terakhir kualifikasi Piala Dunia 2026. Meskipun sudah memastikan tempat di turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, pertandingan ini tetap penting untuk menjaga performa tim.
Kembalinya Gabriel Magalhaes tentu menjadi kabar gembira bagi Mikel Arteta. Namun, manajer Arsenal itu sempat menceritakan betapa sulitnya melindungi beknya dari potensi cedera lanjutan. Mikel Arteta menjelaskan perdebatan sengit yang terjadi antara staf medis, dirinya, dan Gabriel Magalhães saat sang pemain ngotot ingin bermain pasca-cedera.
”Kami berdiskusi soal itu. Misalnya, kami punya situasi dengan Gabi. Saat pertandingan melawan West Ham, dia merasakan sesuatu di hamstringnya. Tiga hari kemudian, enam hari kemudian, dan sembilan hari kemudian, ada pertandingan. Tiga hari kemudian dia bilang dia siap main dengan cedera tingkat satu,” katanya.
Mikel Arteta melanjutkan kami memutuskan setelah perdebatan sengit untuk tidak memainkannya. Pada akhirnya, setelah melewati perjuangan berat, Mikel Arteta baru menurunkan Gabriel Magalhães pada hari ke-12. Keputusan ini diambil untuk menghindari risiko yang lebih besar dan kerugian bagi Arsenal.
Editor : Pujo Nugroho