LombokPost - Luka Modric, sang pemain baru AC Milan yang terus menampilkan performa impresif menuai sorotan.
Terlepas dari statusnya yang merupakan pemain kenyang pengalaman dengan satu gelar pemain terbaik dunia, umur Luka Modric saat bersama AC Milan kini sudah 40 tahun.
Jika seseorang di usia 40 masih membuat perbedaan, para kritikus berpikir ada masalah, entah di Liga Italia, maupun di klubnya AC Milan.
Kritikan ini agaknya wajar muncul, apakah tak ada pemain AC Milan lain yang bisa mengimbangi kehebatan Luka Modric yang sudah sepuh?
Apakah tak ada pemain lain di Liga Italia yang lebih muda dan lebih baik bermainnya ketimbang Luka Modric yang berhasil masuk starting XI pemain terbaik Serie A pekan ini?
Para penyuka Liga Italia dan AC Milan tentu lebih menginginkan Luka Modric berada di klub itu saat berusia 20 tahunan.
Saat Luka Modric dalam masa prima, seperti kasus Ricardo Kaka dan Andrei Shevchenko, atau Marco Van Basten terdahulu bersama AC Milan.
Mereka datang di usia muda, memenangkan banyak gelar, kemudian meraih Ballondor bersama AC Milan.
Sekarang pencinta Liga Italia mulai terbiasa melihat pemain tua berdatangan, misalnya Cristiano Ronaldo datang di usia 37 dan menjadi mesin pencetak gol bagi Juventus kala itu.
Kedatangan pemain berpengalaman semisal Luka Modric jelas bagus, tetapi perihal mereka datang disaat akhir karirnya adalah sebuah tanya yang perlu dikemukakan basis suporter AC Milan.
Sebaik apa para pemin uzur itu, sehingga bakat muda Italia terpinggirkan, semisal Samuele Ricci yang kalah saing dari Luka Modric di AC Milan.
Liga Italia, termasuk klub-klub semisal AC Milan, Juventus, Inter Milan, dan Napoli perlu berbenah agar para pemain hebat mau datang saat masa prima, bukan jelang pensiun. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic