LombokPost - Presiden Como 1907, Mirwan Suarso, secara terbuka mengungkap bahwa ia meminta Cesc Fabregas mulai memikirkan pelatih Como penggantinya.
Meski Fabregas masih dipercaya menangani tim, langkah ini disebut sebagai bagian dari manajemen berkelanjutan yang sudah lama diterapkan klub.
Langkah suksesi ini mencuat ketika Fabregas yang pernah membela Barcelona, Arsenal, dan Chelsea resmi mengumumkan akhir karier bermainnya dan memilih fokus menjadi pelatih.
Mantan gelandang kreatif itu kini berlabuh di Como 1907, klub yang dimiliki taipan Indonesia Robert Budi Hartono, pemilik Djarum Group dan pemegang saham utama BCA.
Sejak diakuisisi dengan nilai sekitar Rp 5 miliar, Como kembali bangkit di bawah manajemen Djarum Group.
Klub yang pernah mencicipi kerasnya Serie A pada 2002–2003 itu kini kokoh kembali di Serie B, menjadi salah satu proyek olahraga paling serius yang digarap Robert, yang sejak lama dikenal melalui pembinaan PB Djarum.
Di tengah kebangkitan itu, posisi Fabregas sebagai pelatih menjadi kunci. Namun Mirwan Suarso menegaskan bahwa Fabregas perlu memikirkan suksesor untuk menjaga stabilitas klub.
“Kami selalu merencanakan musim depan sejak akhir musim sebelumnya. Fabregas tidak pernah bilang ingin pergi, tidak pernah minta negosiasi dengan klub lain,” ujar Mirwan kepada Sky Italia.
Menurutnya, isu hengkangnya Fabregas hanya muncul lewat rumor media. Namun terlepas dari spekulasi itu, Mirwan menilai setiap klub besar wajib punya peta cadangan.
“Saya memintanya memikirkan siapa yang bisa menggantikannya suatu hari nanti. Bukan karena saya ingin ia pergi, tetapi untuk siap menghadapi hal yang tidak terduga,” tegas Mirwan.
“Setiap direktur klub harus memastikan tim tidak bergantung pada satu orang.”
Ia bahkan menegaskan bahwa suksesi adalah bagian dari kerja tim, bahkan bagi mereka yang telah memberi kontribusi besar.
“Saya selalu bertanya kepada Cesc, ‘Apakah kamu melihat seseorang yang menarik? Ada yang bisa kamu latih?’ Kami berharap momen itu tidak datang dalam waktu dekat, tetapi jika datang, kami sudah siap,” lanjutnya.
Tentang apakah Fabregas sudah punya nama calon pelatih Como, Mirwan menjawab, “Ia sering memikirkannya. Itu selalu ada dalam pikirannya. Kami membicarakannya.”
Dengan demikian, isu suksesi pelatih Como bukan sinyal bahwa Fabregas akan hengkang, melainkan strategi matang agar klub tetap stabil pada masa depan.(***)
Editor : Alfian Yusni