LombokPost - Ardon Jashari akhirnya menjadi starting XI AC Milan saat menghadapi Lazio dalam lanjutan Coppa Italia.
Ardon Jashari harus menunggu 7 bulan lamanya setelah bergabung dengan AC Milan, untuk bisa bermain sebagai starter.
Faktor cedera adalah penghambat utama, disamping langsung nyetelnya Luka Modric dan Adrien Rabiot, 2 pemain yang baru didatangkan AC Milan.
Ditambah Youssouf Fofana, penuhlah slot 3 pemain tengah AC Milan.
Membuat Ardon Jashari terpinggirkan, dan harus berjuang untuk meraih posisi pemain inti. Sayangnya dalam laga debutnya sebagai pemain inti, AC Milan harus mengakui keunggulan Lazio 1-0.
Ardon Jashari memainkan peran serupa Luka Modric, sosok yang menentukan tempo permainan dan melindungi pertahanan AC Milan.
Patut diingat, era setelah Luka Modric akan tiba tak lama lagi di AC Milan.
Luka Modric sudah berusia 40 tahun, dan kontraknya bersama AC Milan berakhir akhir musim ini, atau paling lambat ditambah satu tahun lagi.
Saat masa itu tiba, Ardon Jashari dapat belajar dari sang guru yang mengamatinya sedekat mungkin di AC Milan.
Baca Juga: Super Hot News, Bintang Timnas Indonesia Dipantau AC Milan
Selain Ardon Jashari, pemain AC Milan lain yang harus berjuang dan banyak belajar untuk posisi inti adalah Samuele Ricci.
Kepada MilanTV dia menolak mengeluh, dan mengatakan merasa sangat baik bersama AC Milan.
"Saya bermain untuk salah satu klub terbaik di dunia," ujar peman tengah AC Milan berkebangsaan Italia itu sambil tertawa
Di awal dia memang mendapatkan menit bermain yang lebih sedikit, tapi Samuele Ricci mengatakan dia selalu berlatih dengan maksimal dan akan terus berusaha mendapatkan lebih banyak kesempatan bersama AC Milan.
"Kami adalah tim yang kuat, dan semua orang di sini bekerja dengan tujuan yang sama. Kami mendayung ke arah yang sama,” tegas Samuele Ricci. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic