Nama Daniel Maldini belakangan ini gencar dikaitkan dengan Bianconeri. Juventus dikabarkan tertarik mengamankan jasa pemain berusia 24 tahun tersebut untuk memperkuat lini serang mereka pada bursa transfer mendatang.
Pengakuan Atas Bakat Daniel Maldini
Braida, yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden Ravenna, mengakui bahwa Daniel telah berhasil keluar dari bayang-bayang besar nama ayahnya dengan menunjukkan kualitas performa yang solid di lapangan.
"Saya merasa simpati padanya," kata Braida dalam wawancara dengan Tuttosport.
“Dan saya harus mengakui dia telah membuktikan dirinya sebagai pemain berbakat,” lanjut pria yang pernah menjadi otak di balik transfer-transfer sukses AC Milan tersebut.
Sejarah Dinasti Maldini dan Penerimaan Suporter
Salah satu poin yang menarik perhatian publik adalah bagaimana suporter Juventus akan menerima anggota keluarga Maldini, mengingat identitas mereka yang sangat melekat dengan rival abadi, AC Milan. Namun, Braida menilai sejarah besar keluarga tersebut justru akan memberikan dampak positif.
"Saya pikir sejarah keluarga Maldini terlalu penting: hal itu akan melampaui insiden apa pun," ujar Braida memberikan pembelaan.
Ia menekankan bahwa warisan prestasi yang ditinggalkan kakek dan ayah Daniel merupakan bagian dari sejarah besar sepak bola Eropa yang melintasi batas rivalitas klub.
"Kakeknya memenangkan Piala Eropa pertama, Paolo memenangkan yang terakhir. Semua trofi besar telah melewati dinasti itu," tutur Braida.
Bagi Braida, nama besar tersebut justru bisa menjadi modal kuat bagi Daniel jika benar-benar berseragam Juventus. “Jadi sejarah akan berperan. Dan hal itu bahkan bisa membantunya,” pungkasnya.
Hingga saat ini, Juventus masih memantau perkembangan Daniel Maldini di Atalanta sebelum memutuskan untuk melayangkan tawaran resmi. Jika transfer ini terwujud, Daniel akan menjadi anggota dinasti Maldini pertama yang menyeberang ke salah satu rival terbesar Milan di kancah domestik.
Editor : Redaksi Lombok Post