Pemain internasional Mesir tersebut telah lama menjadi target utama klub-klub Arab Saudi, terutama sejak Dana Investasi Publik (PIF) menyuntikkan modal besar ke liga tersebut. Kini, Salah dipandang sebagai prioritas rekrutan untuk memperkuat citra dan kualitas kompetisi di Timur Tengah.
Meskipun Liverpool tengah melewati musim yang penuh tekanan, daya tarik Salah di pasar transfer tetap tidak meredup.
Musim lalu, Salah memegang peranan krusial dalam keberhasilan The Reds merengkuh gelar juara Premier League di bawah asuhan Arne Slot, dengan catatan impresif 29 gol dan 18 assist.
Namun, performa mantan Pemain Terbaik Afrika tersebut mengalami penurunan signifikan pada musim berjalan ini. Pasca-penandatanganan perpanjangan kontrak pada April lalu, Salah tercatat baru mengemas empat gol di liga domestik.
Optimisme Al-Ittihad
Melansir laporan Foot Mercato, proses negosiasi antara perwakilan Salah dan pihak Al-Ittihad sedang berlangsung. Terdapat optimisme yang lebih besar dibandingkan tahun lalu bahwa kesepakatan kali ini dapat terealisasi.
Pemain berusia 33 tahun tersebut diyakini kini lebih terbuka untuk melanjutkan karier di Arab Saudi, di mana ia diproyeksikan menjadi ikon terbesar di liga tersebut.
Di sisi lain, Al-Ittihad yang dimiliki oleh PIF tengah berupaya keras memperbaiki posisi di klasemen. Saat ini, mereka tertahan di peringkat ketujuh dan tertinggal 16 poin dari pemimpin klasemen, Al-Hilal.
Kepindahan Salah diharapkan mampu menjadi katalisator bagi Al-Ittihad untuk kembali bersaing di papan atas serta meningkatkan nilai komersial Liga Pro Saudi secara global.
Editor : Redaksi Lombok Post