Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Iran Surati FAO: Konflik AS-Israel Ancam Jalur Pangan 300 Juta Orang

Redaksi Lombok Post • Jumat, 13 Maret 2026 | 05:30 WIB

Kepulan asap saling serangan militer antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang berlangsung beberapa waktu lalu.
Kepulan asap saling serangan militer antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang berlangsung beberapa waktu lalu.
LombokPost — Pemerintah Iran secara resmi menyampaikan peringatan kepada Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) terkait dampak eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Teheran menyebut agresi militer tersebut telah membahayakan jalur pengiriman pangan yang menjadi tumpuan bagi 300 juta orang di kawasan Asia Barat dan Eurasia.

Menteri Pertanian Iran, Gholamreza Nouri Ghezeljeh, menyampaikan peringatan tersebut melalui surat resmi yang ditujukan kepada Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu, pada Kamis (12/3/2026).

Dalam suratnya, Ghezeljeh menuding pihak Amerika Serikat dan Israel berupaya mengganggu stabilitas produksi serta jaringan distribusi hasil pertanian.

Baca Juga: Iran Rilis Data Korban Agresi AS-Israel : 414 Wanita dan Anak-Anak Dilaporkan Tewas
Ghezeljeh menjelaskan bahwa infrastruktur distribusi Iran memiliki peran vital yang melampaui batas nasional. Gangguan pada jaringan ini diprediksi akan memicu krisis pangan berskala luas di kawasan sekitarnya.

“Jaringan ini menyediakan ketahanan pangan bagi sekitar 90.000.000 warga Iran dan memenuhi sebagian kebutuhan sekitar 300.000.000 warga negara Asia Barat dan Eurasia, yang merupakan mitra ekonomi dan perdagangan Iran,” tulis Ghezeljeh dalam suratnya kepada kepala badan khusus PBB tersebut.

Menteri Pertanian Iran tersebut juga menyoroti penghancuran infrastruktur transportasi darat, laut, dan udara yang dinilai melanggar traktat internasional. Menurutnya, tindakan tersebut secara langsung menargetkan mata pencaharian masyarakat serta membahayakan status gizi jutaan keluarga.

Baca Juga: Eskalasi Konflik, Lebih dari 2.700 Warga Israel Dilaporkan Terluka akibat Serangan Rudal Iran
Dalam korespondensi tersebut, Ghezeljeh mendesak FAO untuk mengutuk agresi militer yang sedang berlangsung. Ia juga menyampaikan kekecewaan mendalam atas apa yang disebutnya sebagai standar ganda dari lembaga-lembaga internasional dalam menanggapi konflik skala penuh ini.

Situasi semakin memanas setelah pihak militer Amerika Serikat melontarkan ancaman untuk menyerang fasilitas pelabuhan sipil Iran. Washington mengeklaim fasilitas tersebut digunakan untuk kepentingan militer, sebuah tuduhan yang dibantah keras oleh Teheran.


Menanggapi ancaman terhadap infrastruktur maritimnya, Iran memberikan peringatan balasan yang serius.

Teheran menyatakan bahwa jika pelabuhan mereka menjadi sasaran serangan, maka seluruh pusat ekonomi dan pelabuhan di negara-negara pesisir Teluk Persia akan dianggap sebagai target sah.

Langkah ini dipandang sebagai upaya Iran untuk menciptakan efek gentar guna melindungi fasilitas logistik sipil mereka dari kehancuran lebih lanjut di tengah agresi yang dimulai sejak 28 Februari lalu.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Israel #Teheran #iran #Pangan