LombokPost - Musim panas 2010, AC Milan membuat satu transfer mengejutkan di Italia.
Adalah Zlatan Ibrahimovic, striker haus gol yang sebelumnya membela Barcelona, diboyong AC Milan ke San Siro.
Barcelona yang kala itu bertabur bintang tak ragu melepas seorang Zlatan Ibrahimovic yang disebut tak begitu cocok dengan Pep Guardiola.
AC Milan melihat hal itu, mereka yang memang sedang mencari sosok pemimpin baru di lini depan, bergerak cepat mengamankan Zlatan Ibrahimovic.
Agustus 2010, Zlatan Ibrahimovic pun rresmi bergabung dengan AC Milan dengan status pinjaman, disertai opsi pembelian.
Dengan cepat Zlatan Ibrahimovic jadi pusat permainan AC Milan.
Ia bukan hanya striker yang bertugas mencetak gol, tetapi poros lini depan, tempat semua aliran bola tertuju.
Musim 2010/2011 itu, Zlatan Ibrahimovic memainkan 29 penampilan Serie A, dan berhasil mencetak 14 gol dan 11 assist.
Angka ini menggambarkan satu hal, Zlatan Ibrahimovic tidak hanya mencetak gol, ia menciptakan permainan.
Baca Juga: Timnas Italia Kemungkinan Bajak Pelatih AC Milan atau Napoli
Di bawah asuhan Massimiliano Allegri, AC Milan bermain dengan fleksibilitas di lini depan.
Zlatan Ibrahimovic tidak jarang turun ke tengah menjemput bola, dia juga memiliki kemampuan menahan bola.
Sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan untuk memberi ruang bagi striker skill full AC Milan lainnya seperti Alexandre Pato dan Robinho.
Zlatan Ibrahimovic menjadi kreator serangan dari posisi striker, diaa adalah kombinasi, seorang target man, playmaker, dan finisher.
Peran ini membuat AC Milan jauh lebih hidup dibanding musim-musim sebelumnya.
Hasilnya instan, AC Milan keluar sebagai juara Serie A.
Baca Juga: Pola Berburu AC Milan Masih Sama, Pemain Muda Digabung Pemain Berpengalaman
Ini adalah scudetto pertama AC Milan sejak 2004, mengakhiri era dominasi Inter Milan.
Kini, Zlatan Ibrahimovic ada di jajaran manajemen AC Milan, dan tuanya kembali dinanti. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic