
LombokPost - Oliver Glasner dikaitkan erat dengan klub Eradivisi Belanda Feyenoord, tetapi prioritas utamanya adalah bergabung dengan AC Milan.
Oliver Glasner mengharapkan respons dari AC Milan minggu ini, Rossoneri adalah prioritasnya.
Baru setelah itu, jika AC Milan tak memilihnya, dia akan mempertimbangkan tawaran lain.
Baca Juga: Oliver Glasner Berpeluang Reuni dengan Jean-Philippe Mateta di AC Milan
Hal serupa juga berlaku bagi Ralf Rangnick yang diproyeksikan sebagai direktur teknis AC Milan.
Ralf Rangnick tetap tertarik bergabung dengan AC Milan sebagai direktur teknis, meski Austria sudah menawarinya perpanjangan kontrak sebagai pelatih kepala.
Namun, ada syarat penting, Ralf Rangnick menginginkan kewenangan yang luas dalam proyek olahraga AC Milan.
Baca Juga: Kiper sekaligus Kapten AC Milan Mike Maignan Diminati Chelsea, Harganya Sekitar € 30 Juta
Mulai dari kewenangan memilih staf kerjanya sendiri, menentukan direktur olahraga, terlibat dalam pemilihan pelatih kepala, hingga memiliki pengaruh besar dalam keputusan transfer pemain AC Milan.
Dengan kata lain, Ralf Rangnick tidak ingin hanya menjadi simbol atau penasihat bagi proyek baru AC Milan.
Ia ingin menjadi arsitek utama proyek AC Milan, dengan kendali penuh atas arah teknis klub, meski itu berarti memiliki kewenangan super besar yang melampaui Zlatan Ibrahimovic.
Baca Juga: Kabar Baik bagi AC Milan, Santiago Gimenez Mulai Munculkan Peminat, Lazio Coba Mendekat
Kini bola ada di tangan manajemen AC Milan, apakah mereka siap memberikan kekuasaan sebesar itu kepada Ralf Rangnick yang dalam posisi menunggu.
Yang jelas, dari kasus Oliver Glasner dan Ralf Rangnick menunjukkan AC Milan masih cukup terpandang sebagai klub yang diimpikan berbagai kalangan, tak hanya pemain, tapi juga sekelas pelatih dan direktur teknis. (yuk)
Editor : Prihadi Zoldic