LombokPost-Penyiar sekaligus publik figur Korea Selatan keturunan Republik Demokratik Kongo, Jonathan, menjadi sasaran komentar kebencian di media sosial, setelah Tim Nasional (Timnas) Korea Selatan dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Gelombang kritik tersebut menuai kecaman, dari banyak netizen yang menilai Jonathan sama sekali tidak memiliki kaitan, dengan hasil pertandingan.
Pada 28 Juni, unggahan terbaru Jonathan dibanjiri komentar bernada negatif seperti, "Minta maaf kepada rakyat Korea." Serangan tersebut dipicu oleh hasil pertandingan Grup K, di mana Republik Demokratik Kongo mengalahkan Uzbekistan dengan skor 3-1.
Baca Juga: Tiga Pemain Telah Cetak Hattrick di Piala Dunia 2026
Kemenangan itu membuat Kongo mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026, sekaligus menutup peluang Korea Selatan untuk lolos.
Sebelumnya, Korea Selatan harus mengakui keunggulan Afrika Selatan, pada laga terakhir fase grup yang berlangsung pada 25 Juni lalu.
Kekalahan tersebut membuat Taeguk Warriors, bertengger di peringkat ketiga grup dengan koleksi tiga poin, dari satu kemenangan dan dua kekalahan.
Dengan hasil itu, Korea Selatan harus bersaing dalam klasemen tim peringkat ketiga, dan bergantung pada hasil pertandingan dari grup lain untuk menjaga peluang lolos.
Sebelum laga Grup K dimulai, Korea Selatan masih berada di ambang batas delapan besar klasemen tim peringkat ketiga.
Mereka membutuhkan hasil imbang, atau kemenangan Uzbekistan atas Republik Demokratik Kongo, agar peluang lolos tetap terbuka.
Selain itu, hasil pertandingan Grup J antara Austria dan Aljazair juga menjadi penentu. Namun, kemenangan 3-1 yang diraih Republik Demokratik Kongo. membuat mereka mengumpulkan empat poin dan menggusur Korea Selatan dari zona lolos.
Baca Juga: Negara Ini Resmi Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Tanpa Perlu Keringatan
Di tengah kekecewaan publik, sebagian kemarahan justru diarahkan kepada Jonathan. Pria kelahiran Republik Demokratik Kongo itu datang ke Korea Selatan, sebagai pengungsi saat masih kecil bersama keluarganya.
Sejak itu, ia tumbuh besar di Korea Selatan, fasih berbahasa Korea, dan dikenal luas sebagai penyiar serta bintang berbagai acara varietas.
Baru-baru ini, Jonathan juga mengungkapkan bahwa dirinya masih menunggu hasil ujian naturalisasi. untuk memperoleh kewarganegaraan Korea Selatan.
Meski tidak memiliki hubungan dengan hasil pertandingan tersebut, kolom komentar Jonathan dipenuhi berbagai pesan bernada kebencian.
Beberapa di antaranya berbunyi, "Deportasi dia," "Berkat kamu sepak bola Korea gagal lolos," "Apakah kamu mendukung Kongo?" hingga "Kenapa tidak kembali ke Kongo saja?"
Serangan itu kemudian memicu reaksi, dari banyak netizen lain yang memberikan dukungan kepada Jonathan.
Mereka mengecam tindakan para pembenci dan menyebut kemarahan tersebut salah sasaran. "Ini benar-benar memalukan," tulis salah satu pengguna media sosial.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Tahan Imbang Iran, Mesir Lolos ke Babak Gugur
Netizen lainnya juga berkomentar, "Korea gagal karena performa tim, bukan karena Jonathan," "Jangan hiraukan komentar kebencian," hingga "Kalau ingin marah, kritiklah federasi atau pelatih, bukan menyerang selebriti yang tidak bersalah."
Tak sedikit pula yang menyampaikan permintaan maaf kepada Jonathan atas perilaku sebagian warganet, sementara yang lain memberikan ucapan selamat kepada Republik Demokratik Kongo atas keberhasilannya melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Editor : Akbar Sirinawa