LombokPost – Malapetaka sejarah menimpa salah satu raksasa sepak bola Eropa di turnamen akbar Piala Dunia 2026.
Tim nasional Jerman harus menerima kenyataan pahit setelah langkah mereka dihentikan secara tragis oleh Paraguay di babak 32 besar.
Menariknya, momen Jerman tersingkir ini sekaligus menghancurkan rekor adu penalti Jerman yang selama puluhan tahun dikenal sebagai yang paling ditakuti di kolong langit.
Baca Juga: AC Milan Bersaingan dengan Como untuk Mattia Liberali
Kekalahan menyakitkan dari wakil Amerika Selatan lewat babak tos-tosan ini menjadi coretan hitam yang tak pernah dialami Die Mannschaft sebelumnya.
Sepanjang keikutsertaan mereka di panggung dunia, Jerman selalu menyapu bersih kemenangan jika laga berlanjut hingga titik putih. Namun, magis itu resmi menguap di Piala Dunia 2026.
Berikut adalah potret runtuhnya kedigdayaan rekor adu penalti Jerman di panggung tertinggi:
| Tahun & Lawan | Fase Turnamen | Hasil Akhir |
| 1982 vs Prancis | Semifinal | Menang |
| 1986 vs Meksiko | Perempat Final | Menang |
| 1990 vs Inggris | Semifinal | Menang |
| 2006 vs Argentina | Perempat Final | Menang |
| 2026 vs Paraguay | Babak 32 Besar | Kalah |
Baca Juga: Deniz Undav Menggila di Piala Dunia 2026, Mantan Buruh Pabrik yang Panaskan Bursa Top Skor Dunia
Tragedi Jerman tersingkir di fase awal ini langsung memicu publik untuk mengais kembali memori ucapan sang legenda, Toni Kroos.
Mantan jenderal lapangan tengah Real Madrid tersebut rupanya sempat melemparkan kritik tajam yang kini terbukti menjadi ramalan Toni Kroos yang sangat akurat mengenai rapuhnya mentalitas skuad Jerman saat ini.
"Saat ini kami masih sangat jauh untuk bisa bersaing memperebutkan gelar. Jerman masih sangat jauh untuk berbicara tentang gelar juara dunia," cetus Toni Kroos dalam sebuah wawancara sebelum turnamen Piala Dunia 2026 bergulir.
Lebih lanjut, poin krusial dari ramalan Toni Kroos adalah rapuhnya fondasi kepemimpinan di dalam lapangan. Skuad asuhan Julian Nagelsmann dinilai kehilangan figur jenderal yang bisa menenangkan tim di saat situasi krusial seperti babak adu penalti.
"Kami kekurangan keyakinan, pemahaman terhadap kemampuan sendiri, dan dua atau three pemain yang bisa menjadi tempat bersandar tim—pemain yang memiliki aura bahwa mereka bisa menyelesaikan pertandingan," ketus Kroos kala itu.
Dengan hasil minor ini, Jerman harus pulang lebih awal dengan kepala tertunduk. Evaluasi total dipastikan akan membayangi kubu Die Mannschaft setelah rekor adu penalti Jerman yang legendaris itu pecah berkeping-keping di tanah Amerika.
Editor : Prihadi Zoldic