Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Senator Paraguay Tuntut Kylian Mbappé Minta Maaf, Ancam Tempuh Jalur Hukum

Kimda Farida • Selasa, 7 Juli 2026 | 12:29 WIB
Senator Paraguay Celeste Amarilla merilis surat terbuka kepada Kylian Mbappé. Ia meminta sang kapten Timnas Prancis mencabut pernyataannya, meminta maaf, dan mengancam membawa kasus tersebut ke jalur hukum.
Senator Paraguay Celeste Amarilla merilis surat terbuka kepada Kylian Mbappé. Ia meminta sang kapten Timnas Prancis mencabut pernyataannya, meminta maaf, dan mengancam membawa kasus tersebut ke jalur hukum.

 

LombokPost--Polemik antara Senator Paraguay Celeste Amarilla dan kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappé, terus memanas.

Kali ini, Amarilla merilis surat terbuka panjang yang berisi tuntutan agar Mbappé mencabut pernyataannya dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Dalam surat terbukanya, Celeste Amarilla menegaskan bahwa perselisihannya hanya ditujukan kepada Mbappé, bukan kepada Prancis maupun rakyatnya.

Ia bahkan mengaku memiliki kedekatan dengan Prancis karena pernah mengenyam pendidikan di institusi Prancis sejak kecil, fasih berbahasa Prancis, serta rutin mengunjungi negara tersebut.

"Saya mencintai Prancis. Masalah saya bukan dengan negara itu, tetapi dengan Anda (Mbappe, Red)," tulis Amarilla.

Menurut Amarilla, kemarahannya bermula sebelum laga Prancis melawan Paraguay di Piala Dunia 2026.

Ia menilai Mbappé melontarkan pernyataan yang dianggap merendahkan Paraguay, termasuk ucapan yang menurutnya menyiratkan bahwa tim Paraguay adalah "kotor".

Baca Juga: Pemerintah Paraguay Kecam Senator Celeste Amarilla usai Diduga Lontarkan Ucapan Rasis kepada Kylian Mbappé

Ia juga menuding Mbappé mengucapkan kalimat yang dianggap menghina para pemain Paraguay serta menunjukkan sikap arogan selama pertandingan.

Amarilla mengklaim Mbappé melontarkan kata-kata kasar kepada pemain Paraguay dan menilai sang bintang tidak menunjukkan sikap sportif setelah pertandingan usai.

Ia menyebut Mbappé menolak berjabat tangan dengan kiper Paraguay dan memilih merayakan kemenangan di hadapan lawannya, yang menurutnya merupakan tindakan tidak menghormati nilai-nilai sportivitas.

Meski demikian, Amarilla mengaku menyesali unggahan pertamanya yang berisi hinaan terhadap Mbappé.

Ia mengatakan unggahan tersebut dibuat dalam kondisi emosional dan telah dihapus karena menyadari kata-katanya dapat menyinggung.

Namun, senator itu menegaskan penyesalan tersebut tidak mengubah tuntutannya kepada Mbappé.

Amarilla meminta pemain berusia 27 tahun itu mencabut pernyataannya yang menyebut dirinya sebagai sosok yang tidak layak menjadi senator dan meminta maaf secara terbuka.

"Saya adalah Senator Republik Paraguay yang dipilih langsung oleh rakyat. Anda tidak mengenal saya dan tidak berhak mengatakan saya tidak layak memegang jabatan ini," tulisnya.

Baca Juga: Federasi Sepak Bola Prancis Laporkan Senator Paraguay usai Diduga Hina Kylian Mbappé dengan Ujaran Rasis

Ia juga menilai pernyataan Mbappé merupakan bentuk kekerasan berbasis gender dan kekerasan politik terhadap perempuan yang dipilih secara demokratis.

Karena itu, Amarilla menyatakan tengah mempertimbangkan langkah hukum apabila Mbappé tidak menarik ucapannya dan menyampaikan permintaan maaf.

Kontroversi ini muncul setelah sebelumnya Amarilla menuai kecaman internasional akibat unggahan yang dinilai mengandung ujaran rasis terhadap Mbappé.

Pemerintah Paraguay telah menegaskan pernyataan senator tersebut tidak mewakili sikap negara, sementara Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengonfirmasi telah melaporkan kasus tersebut ke kejaksaan untuk diproses melalui jalur hukum.

 
 
 
Editor : Kimda Farida
#Paraguay #Celeste Amarilla #kylian mbappe #prancis #mbappe