LombokPost - Panggung tertinggi sepak bola sejagat segera mencapai klimaksnya pada akhir pekan ini. Partai puncak final Piala Dunia 2026 akan menyajikan laga blockbuster yang mempertemukan raksasa Eropa, Spanyol, melawan penguasa Amerika Latin sekaligus juara bertahan, Argentina. Kedua negara telah menunjukkan kualitas luar biasa serta mentalitas baja untuk bisa melangkah sejauh ini demi memperebutkan trofi juara Piala Dunia 2026.
Menjelang pertempuran sengit tersebut, tensi tinggi sudah terasa di kedua kubu. Laga Spanyol vs Argentina ini diprediksi akan ditentukan sejumlah pertarungan individu di berbagai lini. Berdasarkan data taktis, berikut adalah tiga duel kunci antarlini yang bakal menjadi penentu siapa yang layak mengangkat trofi Final Piala Dunia 2026.
Daya tarik utama dalam laga Spanyol vs Argentina tentu saja tertuju pada sosok kapten Albiceleste, Lionel Messi. Meski baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-39, magis sang megabintang di atas lapangan hijau sama sekali belum luntur.
Messi saat ini memimpin perburuan gelar top skor Piala Dunia 2026 dengan torehan 8 gol, sekaligus menempatkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa turnamen ini. Kejelian Messi yang mencatatkan 4 assists terbukti krusial saat membawa Argentina melakukan comeback dramatis melawan Inggris di semifinal.
Baca Juga: Perebutan Juara 3 Piala Dunia 2026: Duel Gengsi Mbappe dan Kane demi Sepatu Emas!
Jika Spanyol ingin keluar sebagai juara Piala Dunia 2026, tugas utama mereka adalah mematikan pergerakan Messi. Tanggung jawab mahaberat ini akan dipikul oleh bek senior Aymeric Laporte. Pemain Athletic Bilbao tersebut sedang berada dalam performa puncak dan membentuk kemitraan kokoh bersama bek muda 19 tahun, Pau Cubarsi. Ketangguhan Laporte menjadi alasan mengapa La Roja baru kebobolan satu gol dari tujuh laga sepanjang Jadwal Final Piala Dunia bergulir.
Pertarungan sengit di lini tengah akan menjadi penentu ritme permainan dalam Final Piala Dunia 2026. Jenderal lapangan tengah Spanyol, Rodri, tampil sangat dominan sepanjang turnamen. Penggawa Manchester City ini menjadi motor permainan La Roja dengan melepaskan 648 operan akurat dengan tingkat akurasi mencapai 93 persen. Daya jelajah Rodri yang luar biasa serta kemampuannya memutus serangan lawan menjadikannya gelandang bertahan terbaik di Piala Dunia 2026 saat ini.
Rodri dipastikan akan mendikte tempo laga, namun ia harus berhadapan dengan petarung spartan milik Argentina, Enzo Fernandez. Gelandang berusia 25 tahun ini tampil spartan tanpa lelah dengan catatan 43 kali merebut bola dari kaki lawan. Tak hanya tangguh bertahan, Enzo juga kerap mencetak gol krusial di fase gugur, termasuk gol penyeimbang ke gawang Inggris di menit ke-85. Duel kedua titan ini diprediksi akan menjadi kunci penting bagi tim mana yang akan keluar sebagai juara Piala Dunia 2026.
Sisi sayap penyerangan Spanyol akan bertumpu pada talenta muda paling bersinar generasi ini, Lamine Yamal. Sempat diganggu cedera hamstring sebelum turnamen, bintang muda Barcelona tersebut menunjukkan tanda-tanda mencapai performa puncak di waktu yang tepat. Kecepatan dan kelihaian Yamal di sisi kanan menjadi momok mengerikan, seperti saat ia memicu penalti penentu kemenangan atas Prancis di semifinal. Aksi individunya akan menjadi senjata mematikan Spanyol dalam final Piala Dunia 2026.
Untuk meredam ledakan Yamal, Argentina akan mengandalkan bek kiri berpengalaman mereka, Nicolas Tagliafico. Pemain berusia 33 tahun yang merumput bersama Lyon ini merupakan pilar penting saat Albiceleste merengkuh trofi emas empat tahun lalu di Qatar. Memiliki modal 82 caps internasional, ketenangan dan keunggulan duel satu lawan satu yang dimiliki Tagliafico akan menjadi benteng kokoh dalam meredam agresivitas penyerang muda Spanyol.
Editor : Pujo NugrohoSumber : fifa.com