LombokPost- Kapten legendaris Timnas Argentina, Lionel Messi, akhirnya memilih angkat bicara dan meledak secara terbuka demi merespons gelombang tudingan miring yang menerpa timnya.
Megabintang dunia tersebut membantah dengan sangat tegas narasi yang menyebut bahwa skuad Albiceleste kerap mendapatkan perlakuan istimewa atau keuntungan khusus dari pihak FIFA selama bertahun-tahun terakhir.
Dalam sebuah wawancara emosional yang digelar usai pertandingan, Lionel Messi menggarisbawahi bahwa seluruh trofi dan pencapaian prestisius yang diraih negaranya murni lahir dari tetesan keringat di atas lapangan hijau.
Sang kapten merasa sangat heran mengapa keberhasilan besar yang mereka bangun dengan susah payah masih saja terus dikaitkan dengan berbagai teori konspirasi yang meragukan integritas tim.
Menurut peraih delapan gelar Ballon d'Or tersebut, konsistensi luar biasa yang ditunjukkan oleh Timnas Argentina dalam memenangkan kompetisi besar merupakan bukti sahih dari kualitas dan mentalitas juara yang sesungguhnya.
Ia menegaskan sangat aneh jika ada pihak yang mempertanyakan reputasi tim yang sanggup menembus lima babak final beruntun di berbagai ajang internasional.
Statistik mentereng dengan menembus dua laga puncak Piala Dunia secara berturut-turut diklaim oleh Lionel Messi sebagai legitimasi mutlak bahwa skuadnya adalah kesebelasan terbaik di planet bumi dalam empat tahun terakhir.
Baginya, status elite sebagai penguasa sepak bola global tersebut tidak didapatkan secara instan lewat bantuan cuma-cuma dari koridor kekuasaan FIFA.
Pernyataan keras dari sang kapten ini meletup di tengah panasnya perdebatan warganet di media sosial yang menyoroti deretan keputusan wasit serta intervensi Video Assistant Referee (VAR) sepanjang gelaran Piala Dunia 2026.
Sebagian pihak menilai beberapa keputusan krusial di atas lapangan hijau kerap kali menguntungkan kubu jawara bertahan tersebut secara kontroversial.
Namun, alih-alih terpuruk oleh tekanan eksternal, Lionel Messi memilih untuk menutup telinga dan meminta rekan-rekannya fokus membuktikan keperkasaan mereka di arena pertandingan.
Baginya, jawaban terbaik terhadap segala kritik dan keraguan publik adalah dengan terus menjaga konsistensi permainan dan membungkam para peragu lewat performa nyata di panggung Piala Dunia 2026.
Editor : Kimda FaridaSumber : Tyc Sports