Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Juara, Dorotangga Wakili Dompu di Lomba Kampung Sehat Tingkat NTB

Administrator • Jumat, 2 Oktober 2020 | 22:01 WIB
LAWAN COVID-19: Masyarakat Kelurahan Dorotangga bersama  Babinsa dan Bhabinkamtibmas gotong royong menyemprotkan desinfektan di setiap rumah.( DEDI FOR LOMBOK POST)
LAWAN COVID-19: Masyarakat Kelurahan Dorotangga bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas gotong royong menyemprotkan desinfektan di setiap rumah.( DEDI FOR LOMBOK POST)
Kelurahan Dorotangga juara di Kabupaten Dompu. Kelurahan ini pun akan menjadi salah satu wakil Kabupaten Dompu di Lomba Kampung Sehat di tingkat provinsi. Kelurahan ini punya banyak inovasi. Mulai dari penanganan Covid-19, ketersediaan pangan, dan keamanan. Tapi yang tidak kalah penting, adalah semangat gotong royong warganya yang luar biasa.

---------------------------------

 

SEJAK isu Covid-19 pertama kali merebak di NTB, ada sebanyak tiga warga Dorotangga, Dompu dinyatakan terpapar. Hal itu membuat Kelurahan Dorotangga bergerak cepat.

”Kita bersama masyarakat dibantu Babinsa dan Bhabinkamtibmas melakukan langkah-langkah untuk menekan penyebaran Covid-19,” kata Lurah Dorotangga Ruslan.

Hal yang pertama dilakukan adalah membentuk Satgas Covid-19 tingkat kelurahan dan lingkungan. Mereka  bekerja sama dengan petugas puskesmas setempat.

”Kami melakukan tracing dengan cepat dan memberikan perawatan kepada masyakakat yang terpapar,” jelasnya.

Dengan kesadaran sendiri, masyarakat Dorotangga melakukan aksi-aksi swadaya. Mereka urunan membeli ember untuk penyediaan cuci tangan di setiap gang bagi warga. ”Awalnya kita beli sekitar 25 ember atau tempat cuci tangan,” ujarnya.

Koordinasi dengan empat kepala Lingkungan, Dorotoi 1, Dorotoi 2, Sera Telaka, dan Jado terus diperkuat. Mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19 di lingkungan masing-masing.

Seiring berjalannya waktu, muncul Lomba Kampung Sehat yang digagas Polda NTB. Program tersebut disambut baik karena tujuannya untuk menekan penyebaran Covid-19.  Selain itu, program tersebut mendorong setiap lingkungan yang menjadi peserta untuk tetap menjaga keasrian lingkungan, menyiapkan ketahanan pangan, dan keamanan lingkungan.

”Kami bergotong royong dengan masyarakat untuk membersihkan lingkungan,” ujarnya.

Untuk penanganan Covid-19, mereka membentuk satgas Covid-19 berbasis lingkungan. Tentunya, dikoordinasikan dengan Puskesmas setempat.

”Alhamdulillah, Dorotangga yang sebelumnya masuk zona merah berubah menjadi zona hijau,” terangnya.

Masing-masing tim satgas Covid-19 di lingkungan rutin melakukan penyemprotan desinfektan. Langkah itu untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Semuanya dilakukan dengan bergotong royong.

Mengantisipasi penyebaran Covid-19 dari klaster daerah lain, mereka menyiapkan tempat ruang isolasi mandiri. ”Setiap orang yang pulang dari daerah lain masuk ruang isolasi terlebih dahulu,” kata dia.

Setiap masyarakat juga diwajibkan menggunakan masker.  Di tempat umum juga diberikan tanda jaga jarak agar masyarakat mematuhi physical distancing. ”Di toko-toko, tempat tongkrongan dan kantor pelayanan masyarakat lainnya,” bebernya.

Ada hikmah yang bisa dipetik di masa pandemi. Yakni menuntut setiap orang untuk tetap menjaga kebersihan. ”Untuk menjaga kebersihan  setiap dua pekan sekali kita gotong royong dengan masyarakat,” kata Ruslan.

Bagi sampah yang bisa didaur ulang dijual ke bank sampah yang dikelola masing-masing lingkungan. ”Bank sampah itu bekerja sama dengan Pegadaian,” jelasnya.

Dengan adanya bank sampah itu, masyarakat menjadi terpacu untuk menjaga kebersihannya.

Bhabinkamtibmas di Keluharan Dorotangga Brigadir Mazhab Dedi Iskandar mengatakan, masa pandemi membuat setiap lingkungan harus mandiri. Mereka berinsiatif untuk menanam berbagai sayur-sayuran di setiap rumah.

“Kita menanam sayuran dengan sistem hidroponik,” kata Dedi.

Potensi lain juga terus dikembangkan.Memanfaatkan kelompok UMKM masyarakat. ”Seperti, kelompok kerajinan tangan batok kelapa, pembuatan gelas melalui kayu Songgak, peternakan, dan perikanan,” jelasnya.

Masyarakat pengrajin, batok kelapa disulap menjadi mainan kunci, mainan lampu, dan lain sebagainya.

”Dari kerajinan tangan itu mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” kata Polisi asal Lombok Tengah (Loteng) itu.

Begitu juga dengan pembuatan gelas melalui kayu songgak. Pesanan cukup tinggi karena memiliki khasiat menyembuhkan berbagai penyakit. ”Gelas tersebut bisa dikirim hingga ke luar daerah,” terangnya.

Sementara itu, dari segi keamanan, masyarakat ikut terlibat. Di setiap lingkungan tetap menjalankan jadwal ronda. ”Alhamdulillah, dengan dihidupkan jadwal ronda, lingkungan masing-masing tetap aman,” ucapnya. (arl/r6) Editor : Administrator
#dorotangga #Kampung Sehat #Dompu