Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Imbas Penyegelan PDAM Bima, Warga Menjerit Kesulitan Air Bersih

Galih Mps • Kamis, 22 Desember 2022 | 19:45 WIB
BAKAR BAN: Perwakilan eks karyawan menggelar aksi bakar ban di halaman kantor PDAM Bima, kemarin.(GUNAWAN/LOMBOK POST)
BAKAR BAN: Perwakilan eks karyawan menggelar aksi bakar ban di halaman kantor PDAM Bima, kemarin.(GUNAWAN/LOMBOK POST)

KOTA BIMA-Penyegelan jaringan air oleh eks karyawan PDAM Bima sudah berlangsung empat hari dengan kemarin (21/12). Imbasnya, warga di sejumlah kelurahan di Kota Bima kesulitan air bersih.


Misalkan di Kelurahan Dara, Sarae, dan Tanjung. Kini, mereka mulai menjerit kesulitan air bersih. Air PDAM sama sekali tidak mengalir.


Ketua RT 01 Kelurahan Dara Efen mengancam akan memblokade jalan utama Padolo Kota Bima jika dalam waktu dekat air tak kunjung keluar. Dia dan warga juga telah melaporkan pihak PDAM ke Polres Bima Kota karena telah merugikan konsumen.


"Kami sudah bertemu di kantor kelurahan semalam (Selasa malam). Kalau mediasi yang dilakukan pemerintah gagal, kami akan blokade jalan agar air segera dibuka segelnya," ancam dia, kemarin.


Ketua RT 06 Kelurahan Santi Bahran Sulaiman mengeluhkan hal yang sama. Dia mengaku, selama ini warga mengandalkan air dari sumur bor. Namun sumur tersebut telah diambil alih dan dikelola sebagai sumber mata air PDAM. "Memang kita sekarang nggak keluar airnya. Saya dapat info dari pegawai PDAM, ada masalah katanya," ungkap dia.


Sementara, Atin warga Tanjung mengatakan, air sama sekali tidak keluar. "Kalau kemarin (Selasa) itu masih ada keluar airnya, walaupun sedikit. Tapi hari ini (kemarin) sama sekali tidak ada," akunya. Dia menduga penyebab tidak keluarnya air karena adanya penyegelan oleh karyawan yang dipecat.


 


Eks Karyawan Ancam Bakar Kantor PDAM


Puluhan eks karyawan PDAM Bima kembali menggelar aksi, kemarin. Dalam aksinya, perwakilan dari 50 karyawan yang di-PHK membakar ban bekas dan kayu di depan kantor PDAM.


Mereka mengaku kecewa dengan sikap Pemda Bima sebagai pemilik tunggal perusahaan. Karena mereka tidak memiliki itikad baik untuk membayar tunggakan gaji karyawan Rp 3,4 miliar. Angka tersebut diklaim terhitung selama 29 bulan masa kerja.


"Dimana hati kalian? Kenapa gak pikirkan nasib anak istri kami, sehingga gak membayar gaji kami sampai sekarang," teriak Koordinator Aksi Musannif.


Padahal, gugatan hingga tingkat Mahkamah Agung (MA) RI telah dimenangkan eks karyawan. Dalam keputusan itu, hakim memerintahkan PDAM Bima agar melunasi tunggakan gaji dan hak lain yang belum dibayar selama 29 bulan masa kerja.


"Jika masih saja tidak dilakukan pembayaran, maka kami akan membakar Kantor PDAM Bima," ancam Musannif.


Dia mengatakan, selama melakukan kemah dan penyegelan kantor PDAM, Direksi PDAM hingga Bupati Bima tidak pernah turun ke lokasi. Padahal, mereka kemah hampir berlangsung dua pekan berlalu.


"Gak pernah turun, itu makanya tadi kami menilai gak ada niat baik dari pemda untuk membayar,"  terangnya.


Kepala Kesbangpol Pemerintah Kota Bima Muhammad Hasyim mengaku prihatin dengan masalah PDAM ini. "Karena ini berpotensi instabilitas yang ada di Kota Bima," jelas Hasyim.


Dia telah melaporkan masalah ini kepada Wali Kota Bima H Muhammad Lutfi. Menurutnya, wali kota telah berkoordinasi dengan Bupati Bima terkait tindak lanjut persoalan ini


”Kami telah berupaya berkomunikasi eks karyawan PDAM untuk tidak melakukan hal-hal yang akan merugikan diri sendiri. Terutama kaitan dengan stabilitas keamanan di Kota Bima. Karena letak kantor PDAM ini di Kota Bima," kata dia.


Kabag Prokopim Setda Bima Suryadin mengatakan, Pemkab Bima selaku pemilik tunggal PDAM belum bisa membayar gaji eks karyawan. Mengingat, nominal tunggakan gaji Rp 3,4 miliar tidaklah sedikit. Sehingga untuk membayar itu membutuhkan waktu yang lama, meski pun pembayaran nanti dilakukan secara bertahap. "Kapan baru diselesaikan soal ini, kami juga belum bisa sampaikan," kata dia. (man/gun/r8)

Editor : Galih Mps
#PDAM Bima