Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Aneh Tapi Nyata, Ada Sumur Air Tawar di Tengah Laut Bima

Galih Mps • Rabu, 8 Februari 2023 | 22:00 WIB
SUMUR AIR TAWAR: Syekh Soleh Abdullah Ar Rajihi dari Arab Saudi mendatangi sumur air tawar di Perairan Sonao, Desa Punti, Kecamatan Soromandi, Bima, beberapa hari lalu.(SUBARI FOR LOMBOK POST)
SUMUR AIR TAWAR: Syekh Soleh Abdullah Ar Rajihi dari Arab Saudi mendatangi sumur air tawar di Perairan Sonao, Desa Punti, Kecamatan Soromandi, Bima, beberapa hari lalu.(SUBARI FOR LOMBOK POST)

BIMA-Keberadaan sumur air tawar di tengah laut ramai dibicarakan. Bahkan, Syekh Soleh Abdullah Ar Rajihi dari Arab Saudi datang melihat sumur itu.


Diketahui, sumur air tawar itu berada di Perairan Sonao, Desa Punti, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima. Sumur tersebut berada sekitar belasan meter dari tepi pantai Sonao. ”Rasa airnya tidak asin atau payau. Rasanya tawar, seperti air tawar pada umumnya,” ungkap tokoh masyarakat Dusun Sonao, Desa Punti Subari dihubungi Lombok Post, kemarin.


Sumur yang berada di garis pantai bagian barat Teluk Bima ini kali pertama ditemukan pihak Pondok Pesantren (Ponpes) Darurraihan Sonao. Awalnya, mereka hendak mencari sumber mata air dengan menggali sumur di sekitar area ponpes. ”Lokasi ponpes memang berada di dekat pantai,” ujarnya.


Setelah menggali beberapa titik, mereka tak menemukan sumber mata air tawar. ”Kalau pun ada, air rasanya payau,” terang dia.


Pihak ponpes pun melihat sebuah telaga kecil di tengah laut. Mereka mencoba rasa airnya dan ternyata tawar. ”Dulu telaga itu akan terlihat ketika air laut surut,” ujarnya.


Untuk memenuhi kebutuhan air para santri, pihak ponpes memanfaatkan telaga tersebut. Mereka memasang buis beton untuk menahan air laut masuk.


Menurut cerita Subari, sebelum dipasangi beton, telaga itu hanya bisa digunakan saat air laut surut. Ketika pasang, telaga akan tertutup air laut.


Setelah dipasangi buis beton, sumur itu kini bisa digunakan kapan saja. ”Kalau air laut pasang, rasa airnya tetap tawar. Airnya jernih juga,” ungkap pria yang juga kepala SMAN 2 Madapangga ini.


Sumur  di tengah laut ini viral setelah dikunjungi Syekh Soleh Abdullah Ar Rajihi dari Arab Saudi. Subari menuturkan, saat itu Syekh Syekh Soleh Abdullah Ar Rajihi sedang berada di Mataram bersama pimpinan Ponpes Darurraihan.


Syekh mendapat cerita perihal sumur tersebut. Sehingga, pimpinan ponpes meminta dirinya mengirim gambar dan video sumur. ”Saya kirim video dan sehari setelahnya Syekh datang ke lokasi sumur tersebut,” kata dia.


Sejak viral, banyak warga yang berkunjung ke lokasi sumur seminggu terakhir ini. Mereka datang bersama keluarga untuk mencicipi rasa air sumur tersebut. ”Ramai juga akhir-akhir ini,” jelasnya. (jlo/r8)

Editor : Galih Mps
#Bima