Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mei 2023, Pelabuhan Calabai Dompu Masuk Program Tol Laut

Baiq Farida • Selasa, 14 Februari 2023 | 17:28 WIB
BONGKAR MUAT: Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Calabai, Kabupaten Dompu, belum lama ini. (Istimewa)
BONGKAR MUAT: Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Calabai, Kabupaten Dompu, belum lama ini. (Istimewa)
MATARAM-Pelabuhan Calabai di Kabupaten Dompu akan beroperasi sebagai tol laut, Mei nanti. Pengiriman komoditi seperti biji kopi, minyak kayu putih, hingga gula bisa langsung menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB Baiq Nelly Yuniarti mengaku telah bertemu dan membahas terkait tol laut bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI di Bali. Pelabuhan Calabai Dompu ini masuk dalam agenda Tol Laut P13, yang sebelumnya ada Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Bima, dan Pelabuhan Badas. "Bulan Mei, (pelabuhan,red) Calabai masuk (program tol laut pemerintah). Nanti (rutenya, red) kapal dari Tanjung Perak langsung ke Rote, langsung ke Maluku, baru Calabai terakhir langsung ke Tanjung Perak," ungkapnya, Senin (13/2).

Pengiriman komoditi selama ini menggunakan jalur darat dan membutuhkan waktu sangat lama untuk mencapai Bima dan Sumbawa. Belum lagi menuju ke Pelabuhan Lembar, di Kabupaten Lombok Barat. Hal ini berdampak pada biaya operasional semakin banyak. "Sekarang (tidak lama lagi, red), alhamdulillah Dompu punya pelabuhan sendiri. Jadi komoditi kita yang ada di Calabai, seperti gula, minyak kayu putih, kopi, jagung bisa langsung terangkut. Sehingga biaya distribusi lebih murah, itu yang kita kejar," kata Nelly.

Dia menerangkan, untuk waktu pengiriman komoditi tidak dilakukan setiap hari, tetapi terjadwal. Baik keberangkatan maupun kedatangan kapal. Hal ini sudah ditetapkan Kemenhub melalui aplikasi. "Jadi mereka punya jalur sendiri, waktu sendiri, itu teknisnya ada di Kemenhub bahkan dia dihubungkan dengan aplikasi," tuturnya.

Dalam pertemuan, sambung mantan Kadiskominfotik NTB ini, turut menyinggung evaluasi pelaksanaan tol laut. Provinsi NTB untuk Pelabuhan Bima dan Sumbawa dinilai dalam keadaan baik dari segi alur datang dan balik kapal.

Dia mengatakan, ada beberapa titik pelabuhan di provinsi lain yang sudah ditentukan oleh tol laut, ternyata tidak berjalan baik, sehingga izin jalur mereka dicabut. "Untuk Pelabuhan Bima dan Sumbawa yang sudah kita lakukan kemarin itu, alhamdulillah bagus. Jadi distribusi alur datang dan baliknya itu ada walaupun belum maksimal," beber wanita berhijab ini.

Meski dinilai belum maksimal, menurutnya, ada kemungkinan karena kurangnya sosialisasi kepada para pengusaha dengan adanya fasilitas pengakutan barang melalui titik-titik pelabuhan yang ditentukan tol laut. "Ini sudah kita koordinasikan dengan Kemenhub supaya agak lebih mudah. Ternyata ada aplikasi khusus namanya SITOLAUT (Sistem Informasi Tol Laut), nah itu kan belum tentu semua pedagang kita paham. Padahal mereka butuh fasilitas itu, makanya ini perlu sosialisasikan," pungkasnya. (ewi/r8)

 

 

  Editor : Baiq Farida
#Pelabuhan Calabai #Tol Laut