LombokPost-Kapal KLM Marco Polo Blue yang ditumpangi 27 Warga Negara Asing (WNA) dan enam Anak Buah Kapal (ABK) tiba-tiba mati mesin di tengah laut.
Peristiwa itu terjadi saat kapal melintas di perairan Desa Sai, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Kamis dini hari (18/7).
"Jumlah WNA 27 orang, sedangkan ABK enam orang," kata Kasubsi Humas Polres Bima Kota Aipda Nasrun.
Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Lombok ke Labuan Bajo Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam pelayaran, tepat di perairan Desa Sai kapal mengalami mati mesin.
"Kapalnya mati mesin, diduga karena tidak kuat melawan terjangan gelombang laut. Karena saat itu, arus cukup deras," jelas dia.
Pihak ABK saat itu langsung melaporkan kejadian ke Satpolairud Polres Bima Kota.
Usai menerima laporan itu, tim langsung bergeser ke lokasi bersama dengan KM Nani Jaya untuk melakukan evakuasi.
"Mereka berangkat dari pelabuhan 03.00 Wita, kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 05.15 Wita," jelasnya.
Kapal tersebut lalu ditarik menggunakan KM Nani Jaya dan tiba di Pelabuhan Bima sekitar pada pukul 07.30 Wita.
Selanjutnya, 27 WNA diperiksa untuk memastikan identitas oleh pihak Imigrasi Bima.
Setelah pemeriksaan selesai, puluhan WNA itu melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus menuju pelabuhan Sape. Selanjutnya, mereka menyebrang ke Labuan Bajo menggunakan ferry penyeberangan.
"Proses evakuasi berlangsung aman dan kondusif," pungkas Nasrun. (gun/r8)
Editor : Kimda Farida