LombokPost-Kekeringan kian meluas di Kabupaten Bima. Sebelumnya hanya Desa Kalampa dan Talabiu mengalami kekeringan, kini bertambah menjadi lima desa yang terdampak.
Lima desa tersebut yakni Desa Samili Kecamatan Woha; Desa Tonggorisa dan Belo, Kecamatan Palibelo; dan Desa Parangina, Kecamatan Sape.
"Jadi total yang alami kekurangan air bersih sekarang ada tujuh desa di tiga kecamatan," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima Nurul Huda, kemarin.
BPBD terus melakukan distribusi air bersih ke tujuh desa yang terdampak tersebut. Dalam sehari, paling sedikit air yang disalurkan tiga mobil tangki. "Tergantung permintaan warga," jelasnya.
Kalak BPBD Kabupaten Bima Isyra memprediksi wilayah terdampak air bersih di Bima akan terus meluas jika mengacu pada ramalan Badan Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Mengenai dana penanganan krisis air bersih, hingga saat ini masih menggunakan anggaran rutin. Anggaran yang lebih besar biasanya baru bisa dikucurkan ketika ada peningkatan status kekeringan.
"Kalau statusnya naik, baru ada anggaran penanganan yang lebih besar. Sekarang masih gunakan anggaran rutin," jelas dia.
Isyra menjelaskan, kekeringan di Kabupaten Bima akibat dari kurangnya mata air dari dalam tanah. Kondisi itu dampak dari pembabatan hutan yang dilakukan petani untuk perluasan lahan pertanian.
"Faktornya, karena hutan kita banyak yang dibabat dipakai petani untuk tanam jagung. Faktor itu bukan lagi rahasia umum," duga dia. (gun/r8)
Editor : Kimda Farida