Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kasus Dugaan Dana KUR Fiktif, Pimpinan Bank Nasional di Woha Bima Diperiksa Kejari

M Islamuddin • Kamis, 1 Agustus 2024 | 19:42 WIB
PENUHI PANGGILAN: Pimpinan BNI KCP Woha Ayu Safitri bersama staf tiba di ruang tunggu Kejari Bima, kemarin. (FIRMAN/LOMBOK POST)
PENUHI PANGGILAN: Pimpinan BNI KCP Woha Ayu Safitri bersama staf tiba di ruang tunggu Kejari Bima, kemarin. (FIRMAN/LOMBOK POST)

LombokPost-Pimpinan BNI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Woha memenuhi panggilan penyelidik Kejari Bima, Rabu (31/7).

Setumpuk bundelan diduga dokumen kredit KUR tahun 2021 ikut bawa.  

Unsur Pimpinan BNI Woha ini diketahui bernama Ayu Safitri. Dia datang ditemani pegawai BNI KCP Woha.

Keduanya tiba di kantor Kejari Bima sekitar pukul 11.32 Wita, molor satu jam dari jadwal pemanggilan pukul 10.00 Wita. 

Ayu bersama pegawainya membawa sekitar 13 bundelan dokumen warna hijau, kuning, dan merah.

Ketika diwawancara, Ayu memilih irit bicara. Dia enggan berkomentar mengenai kehadiran di lembaga Adhyaksa ini.

”Saya tidak berwenang untuk menjelaskan. Silakan ke kantor cabang, temui pimpinan saya,” kata Ayu.

Kasi Pidsus Kejari Bima Catur Hidayat membenarkan adanya pemanggilan pejabat BNI.

”Iya benar, hari ini ada kita panggil satu orang dari unsur pimpinan BNI KCP Woha,” kata dia.

Ayu dimintai keterangan seputar kredit diduga fiktif pada tahun 2021. Di mana, puluhan nasabah tidak pernah menerima uang, namun tercatat memiliki utang.

Catur menerangkan, pemanggilan terhadap internal BNI KCP Woha berlanjut.

”Untuk hari Kamis (hari ini), kita masih jadwalkan untuk pemeriksaan satu orang lagi pegawai BNI Woha,” sambungnya.

Selain itu, penyelidik juga akan memanggil seorang warga Desa Tambe Kecamatan Bolo inisial AA. 

Dia disebut-sebut sebagai ketua kelompok yang berperan mengkoordinir warga calon nasabah hingga mengumpulkan bahan kredit para nasabah.

”Yang bersangkutan sudah kita panggil dan akan dimintai keterangan pekan ini,” ungkapnya. 

Dugaan kredit fiktif ini mencuat setelah puluhan warga Desa Tambe, Kecamatan Bolo, tiba-tiba tercatat memiliki utang dana KUR di BNI KCP Woha.

Mereka baru mengetahui saat mengajukan pinjaman di bank lain.

Ternyata, pada 2021 lalu mereka pernah mengajukan pinjaman KUR di BNI KCP Woha masing-masing Rp 50 juta. Hanya saja, mereka tidak pernah menerima pencairan hingga Juli ini.(man)

Editor : Kimda Farida
#Bima #BNI