Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mobil Tangki BBM Terbakar di Bima, Sopir Tewas, Kernet Terluka, Kerugian Ditaksir Rp 2,1 Miliar

M Islamuddin • Senin, 15 Desember 2025 | 09:58 WIB
Mobil tangki pengangkut BBM jenis solar terbakar di Desa Sari, Kecamatan Sape, Bima, Sabtu malam (13/12).
Mobil tangki pengangkut BBM jenis solar terbakar di Desa Sari, Kecamatan Sape, Bima, Sabtu malam (13/12).

LombokPost-Kecelakaan maut terjadi di Desa Sari, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Sabtu malam (13/12). Mobil tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan pertalite jatuh ke jurang dan terbakar.

Sopir Sahril, 40 tahun tewas . Sedangkan kernetnya Bima, 25 tahun, terluka. "Dua korban merupakan warga Wadumbolo, Kota Bima," kata Kepala Dinas Damkarmat Bima Rifaid dihubungi Lombok Post, Minggu (14/12).

Dia menuturkan, mobil tangki Pertamina yang bermuatan bahan bakar jenis Bio Solar 16 ton dan delapan ton pertalite berangkat dari Kota Bima dengan tujuan SPBU Sape Bugis sekitar Pukul 19.35 Wita.

Di tengah perjalanan, tepatnya di Desa Sari, tiba-tiba mobil mengalami rem blong menabrak tebing dan jatuh di jembatan. "Setelah terjatuh, mobil tangki tersebut terbakar," katanya.

Warga setempat yang melihat kejadian tersebut membantu menyelamatkan supir dan kernet yang terjebak di dalam kabin mobil.

Tak lama kemudian, satu unit mobil pemadam kebakaran Sape tiba dilokasi kebakaran langsung memadamkan api. "Karena kebakaran berasal dari bahan bakar bio solar, sehingga sulit dipadamkan," jelasnya.

Satu unit mobil Damkar Lambu dan mobil tengki ikut dikerahkan memadamkan api. Kendati demikian, api tak kunjung bisa dijinakkan. "Tapi sopir yang terjebak di dalam mobil berhasil dievakusi oleh warga setempat. Keduanya dibawa ke puskesmas Wawo," ujarnya.

Namun kondisinya korban parah sehingga dirujuk ke RSUD Bima. Di tengah perjalanan, korban Sahril menghembuskan nafas terakhirnya. "Korban Bima masih dirawat," kata dia.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, butuh waktu berjam-jam untuk memadamkan api. Meski dua mobil damkar dan mobil tangki diterjunkan. "Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.09 wita," sebutnya.

Dia menduga, kecelakaan dipicu rem blong pada posisi jalan menurun dan tikungan tajam. Timbah lagi, muatannya berat, sehingga sopirnya tidak bisa mengendalikan kendaraannya. "Kerugian diperkirakan mencapai Rp 2,1 miliar," tandasnya.

Editor : Jelo Sangaji
#mobil bbm terbakar #pertamina #Bima #Kebakaran