Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Limbah Tahu dan Ternak Cemari Drainase, Sekda Kota Bima Perintahkan Segera Bangun IPAL

Jelo Sangaji • Rabu, 13 Mei 2026 | 11:31 WIB
Sekda Kota Bima Muhammad Fakhrunnraji (tengah) memimpin rakor progres pembangunan IPAL di ruang rapat sekda, Selasa (12/5).
Sekda Kota Bima Muhammad Fakhrunnraji (tengah) memimpin rakor progres pembangunan IPAL di ruang rapat sekda, Selasa (12/5).

LombokPost-Limbah tahu dan limbah ternak sapi di Kelurahan Penatoi, Kota Bima, menjadi salah satu penyebab terganggunya sistem drainase.

Sekda Kota Bima Muhammad Fakhrunnraji meminta agar pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) disegerakan.

"Limbah tahu dan kotoran sapi warga selama ini masuk ke drainase primer. Ini menjadi penyebab terganggunya sistem drainase perkotaan," kata sekda saat memimpin rapat koordinasi (rakor) progres pembangunan IPAL di ruang rapat sekda, Selasa (12/5).

Baca Juga: Gara-Gara Saling Tatap, Dua Bersaudara Bacok Tetangga hingga Tewas di Bima

Menurutnya, kondisi ini berpotensi menghambat program pengendalian banjir di Kota Bima. Dia menegaskan, pembangunan IPAL di wilayah bantaran sungai Kelurahan Penatoi harus segera berjalan agar tidak menghambat program lanjutan National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) di Kota Bima.

“Saya minta minggu depan program pembuatan IPAL untuk limbah di Kelurahan Penatoi bagi 10 penerima manfaat sudah harus mulai jalan. Jika dinas teknis tidak mampu selesaikan, saya yang akan selesaikan,” tegasnya.

Dia menilai percepatan penanganan limbah domestik masyarakat penting dilakukan untuk menjaga kualitas lingkungan sekaligus mendukung program pengendalian banjir perkotaan secara berkelanjutan.

“Ini penting dilakukan segera, jangan karena hal sepele mengorbankan program selanjutnya dari Bank Dunia,” ujarnya.

Baca Juga: Wali Kota Bima Ingatkan Dana BOS-BOP Harus Dikelola Transparan

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima Komalasari menjelaskan, pembangunan IPAL di Kelurahan Penatoi memiliki tingkat kompleksitas yang cukup tinggi. "Program tersebut direncanakan untuk 10 penerima manfaat dengan alokasi anggaran Rp 10 juta untuk setiap unit IPAL," jelasnya.

Namun, kebutuhan pembangunan dan volume limbah yang harus ditangani di lapangan dinilai melampaui kemampuan anggaran yang tersedia.

Selain pembangunan IPAL, pihak kelurahan juga melakukan edukasi kepada warga pemilik ternak agar kotoran sapi dapat diolah menjadi pupuk kompos dan tidak lagi dibuang ke saluran drainase.

Editor : Jelo Sangaji
#drainase #Sekda Kota Bima #Bima #Pemkot Bima