LombokPost-Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin melantik dan mengambil sumpah jabatan 89 pejabat administrator dan pengawas lingkup Pemkot Bima di Aula Maja Labo Dahu, Rabu (1/7).
Sejumlah pejabat yang dilantik, di antaranya Sri Rahayu yang berpindah dari jabatan Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah menjadi Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Posisi Kepala Bagian Umum Setda selanjutnya diisi M Auwaliyah.
Selain itu, Ainun Mardiyah dilantik sebagai Kepala Subbagian Umum Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Fatimah sebagai Kepala Subbagian Umum DP3A, Khairurijal sebagai Kepala Seksi Pembangunan Kelurahan Sarae, serta Andi Farhan Akbar sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda.
Baca Juga: Pengawasan Elpiji Bersubsidi Diperketat, Wali Kota Bima Libatkan Polisi dan TNI
Rotasi juga dilakukan pada sejumlah jabatan strategis lainnya. Ilham dipercaya menjadi Kepala Bagian Organisasi Setda, Jainul Arifin menjabat Kepala Bidang Perhubungan pada Dinas Perhubungan, Syarifuddin menjadi Kepala Bidang pada Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), dan Hj. Badrah Ekawati dilantik sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan.
Selanjutnya, Slamet Riyadi menjabat Kepala Bidang Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup, Rusdin menjadi Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal pada Dinas Dikpora, Ahsanurrahman dipercaya sebagai Kepala Bagian Hukum Setda, Muhammad Humaidin sebagai Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Affan sebagai Kepala Bidang Pengolahan, Layanan, dan Pelestarian Bahan Perpustakaan, Jamiad sebagai Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Hidayaturrahman sebagai Kepala Bagian Pemerintahan Setda, Suhadah sebagai Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3A, serta Anhar sebagai Kepala Bidang Akuntansi BPKAD.
"Jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, bukan sekadar bentuk promosi," tegas wali kota.
Baca Juga: Gegara Masalah Sepele, Jamaah Dipukul Balok Kayu saat Salat di Masjid Agung Kota Bima
Di mengatakan, pelantikan bukan sekadar seremoni administratif, melainkan penyerahan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada pemerintah, masyarakat, dan Tuhan.
"Semakin tinggi jabatan, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul, bukan," kata Aji Man sapaan wali kota.
Dia mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar tidak menyalahgunakan kewenangan dan menjadikan jabatan sebagai sarana memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. "Masyarakat tidak akan mengingat berapa lama seseorang menduduki jabatan, melainkan kualitas pengabdian dan pelayanan yang diberikan selama mengemban amanah," jelasnya.
Dia juga memberikan motivasi kepada aparatur sipil negara (ASN) yang belum memperoleh promosi jabatan. Meminta seluruh ASN tetap menjaga integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian.
"Perjalanan karier ASN bukan perlombaan lari cepat, melainkan maraton panjang yang membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan dedikasi," ujarnya.
Dia menambahkan, promosi jabatan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seorang ASN. "Lebih penting adalah kemampuan memberikan pelayanan terbaik di mana pun ditempatkan," ingat dia.
Karena itu, Aji Man mengajak seluruh ASN memperkuat kolaborasi dan bekerja secara sinergis agar penyelenggaraan pemerintahan semakin efektif dan pelayanan kepada masyarakat terus meningkat. "Kepercayaan sangat sulit diperoleh, tetapi sangat mudah hilang apabila tidak dijaga dengan baik," katanya.
Editor : Jelo Sangaji